Harga Bawang Merah Sudah Tembus Rp 40.000 Per Kilogram

YOGYAKARTA – Masalah klasik jelang bulan suci ramadan tampaknya masih akan sama meski presidennya sudah berganti. Harga komoditas di sejumlah pasar sudah mulai merangkak naik. Bawang merah misalkan, harga bahan pokok bumbu dapur tersebut di pasar Giwangan sudah menanjak naik menjadi Rp 40.000 per kilogram dari yang sebelumnya hanya Rp 26.000 per kilogram.

Selain harga bawang, ayam potong juga sudah merangkak naik secara perlahan. Dari yang semula Rp 25.000 pada sepekan terakhir sudah mulai naik per seribu rupiah hingga kini mencapai angka Rp 28.000 per kilogramnya. Bahkan di pasar lain, seperti Pasar Talok Gondokusuman sudah mencapai Rp 30.000.

Kenaikan harga-harga komoditas menjelang  Ramadan ini sudah seakan menjadi rutinitas setiap tahun. Tak ada upaya dari pemerintah untuk menstabilkan harga-harga meskipun kini Indonesia sudah berganti Presiden. Padahal, kebutuhan ekonomi masyarakat menjelang Ramadan dan Hari Raya biasanya cenderung meningkat dan kondisi tersebut tentu memebani masyarakat.

“Ini kan menjelang Ramadan ya, menjelang Hari Raya, setelah itu menjelang priode baru akademik dimana masa-masa tersebut merupakan masa-masa yang sulit bagi masyarakat. Banyak orang mendatangi pegadaian, menjual barang-barag yang dianggap berharga, untuk apa, untuk mendapatkan uang tambahan karena sulitnya kondisi ekonomi pada masa tersebut. Harusnya pemerintah membantu, setidaknya dengan menstabilkan harga komoditas agar beban masyarakat berkurang,” pungkas peneliti muda Youth Movement For Clean and Good Goverment, Herman Wahyudi kepada Jogjakartanews.com, Senin (25/04/2015).

Menurutnya, pemerintah harus melakukan tindakan guna menjaga agar harga-harga tidak terus melambung dan membebani masyarakat. “Tindak cepat, masyarakat sudah sulit jangan ditambah sulit,” pungkasnya. (Ning)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.