Akibat Angin Ribut, Gembira Loka Diperkirakan Rugi Miliaran

YOGYAKARTA – Akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Yogyakarta, Rabu (30/03/2016) kemarin, menyebabkan Kebun Binatang  (Bonbin) Gembira Loka mengalami kerugian materiil dengan perkiraan lebih kurang  Rp 2,5 miliar. Kerugian tersebut terdiri rusaknya 11 warung cenderamata di pintu keluar Bonbin dan bangunan lain akibat tertimpa pohon tumbang, termasuk  rusaknya dua transport keliling (Taring) dan kereta listrik.

“Kerugian itu belum termasuk kerugian robohnya puluhan pohon perindang dan sepinya pengunjung,” kata Diektur Utama Gembira Loka, KMT A Tirtodiprojo (Joko) kepada wartawan, Kamis (31/3).

Manager HRD Gembira Loka, Josep Kurniawan menambahkan, hari ini masih ada rombongan wisatawan dari luar kota Yogyakarta, tetapi terpaksa ditolak masuk karena masih dilakukan pembersihan pohon tumbang.

Dikatakan Wawan, sapaan Josep Kurniawan, Sejak pagi hingga sore kemarin, para karyawan Gembira Loka  dibantu petugas TNI dan Polri serta sejumlah relawan membersihkan dan memotongi pohon tumbang yang menutup akses jalan di objek wisata tersebut. Total yang terdata, sedikitnya ada 50 pohon berukuran cukup besar yang tumbang. Di area Bonbin sendiri, kata dia,  terdapat lebih dari 1000 pohon. 

“Ada sekitar 300 personil yang dikerahkan membantu membersihkan pohon tumbang,” katanya.

Bersih-bersih di kawasan kebun binatang ini, kata Wawan,  akan dilanjutkan hingga Jumat (01/04/2016), agar pada Sabtu (2/4) mendatang, diharapkan kebun binatang sudah bisa kembali menerima kunjungan wisatawan.

“Kami sekarang kerja ekstra keras agar Sabtu bisa buka kembali,” katanya.

Sekadar mengulas, angin ribut yang terjadi kemarin (30/03/2016) menelan korban jiwa. Dua orang meninggal dunia akibat tertimpa pohon randu alas tua berusia ratusan tahun, yang tumbang di kawasan kebun binatang Gembira Loka.  Sementara tiga korban lainnya dikabarkan luka-luka.

Dua korban tewas  adalah Warsini (50), pemilik kios dan Muhammad Aditya (5) salah seorang pengunjung Gembira Loka, rombongan Taman Kanak-Kanak Aisyiah, Sragen, Jawa Tengah. Sedang tiga korban luka-luka, Suparno (60), pemilik kios dan dua karyawannya yaitu Suparni (43) dan Suyani (32). Ketiganya dirawat di Rumah Sakit Hidayatullah, Yogyakarta.

Hari ini, Kamis (31/03/2016) manajemen Gembira Loka, menyerahkan uang duka dan mengirim rangkaian bunga ke rumah korban yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. (kt1)

Redaktur: Faisal

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.