Edutek  

Bagi Belia: Pendidikan Agama yang Utama

Oleh: HajjahYuliani Salisah, M.Pd.*

Anak merupakan titipan Tuhan yang sengaja diberikan kepada kita, dan akan diminta pertanggungjawabannya dihadapan-NYA, pertanyaannya adalah sudah siapkan kita ? lalu apa yang telah kita berikan kepada anak kita sebagai bekal baik di dunia maupun akhirat ? dan masih banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh orang tua selaku penanggung jawab utama, karena orang tua merupakan sosok yang paling penting dalam mendidik anak, selain guru di sekolah. Kebersamaan anak sebagian besar waktunya dihabiskan dengan orang tua, adapun dengan para guru hanya kurang lebih setengah hari. Hal ini menunjukan betapa orang tua memiliki pengaruh sangat besar dibandingkan guru di sekolah.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan di atas sebenarnya adalah pertanyaan sebagai kerangka pemicu untuk menggugah kesadaran kita sebagai orang tua, apakah sudah maksimal dalam mendampingi anak atau dirasa masih sangat kurang, bahkan jauh dari harapan. Pertanyaan tersebut dapat disimpulkan dan jawabannya hanya satu yaitu pendidikan, lebih khusus lagi adalah pendidikan agama. Karena pendidikan merupakan fondasi bagi anak.

Pendidikan dimaknai sebagai bimbingan atau pertolongan yang dilakukan dengan sengaja dan sungguh-sungguh oleh individu atau pihak lain yang dipandang lebih dewasa daripada orang yang diberi bimbingan atau pertolongan. Sedangkan regulasiUndang-UndangNomor 20 Tahun 2003 TentangSisdiknasbahwapendidikannasionalberfungsimengembangkankemampuandanmembentukwataksertaperadabanbangsa yang bermartabatdalamrangkamencerdaskankehidupanbangsa, bertujuanuntukberkembangnyapotensipesertadidik agar menjadimanusia yang berimandanbertaqwakepadaTuhan Yang MahasEsa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, danmenjadiwarganegara yang demokratissertabertanggungjawab.

Tujuan utama pendidikan adalah menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, hal ini selaras dengan begitu pentingnya pendidikan agama bagi anak. Pendidikan agama merupakan dasar dalam pembentukan karakter yang nantinya tercermin dalam kehidupan bagi anak kelak setelah dewasa. Oleh karena itu, pendidikan anak di mulai dari usia belia bahkan anak masih di dalam kandungan.

Pendidikan agama di dalam Islam yang penting bagi anak dan ini harus diajarkan serta diperhatikan adalah pendidikan akidah, pendidikan ibadah dan pemdidikan akhlak. Ketiga hal pokok ini menjadi dasar bagi anak untuk bisa memahami sekaligus mengaplikasikan dalam keseharian kita. Hal ini penting untuk dijelaskan. Pertama.Pendidikan Akidah, pendidikan ini merupakan pendidikan yang sangat fundamental, maka harus ditanamkan sejak belia. Pendidikan akidah diantaranya berupa pengenalan keyakinan dan ke imanan kepada Allah Swt. Menanamkan keyakinan dan ke imanan kepada anak caranya adalah bahwa anak harus diberi pemahaman yang secara logika dapat ditangkap dengan akal, pemahaman tersebuat diantaranya yaitu anak senatiasa merasa diawasi dalam melakukan setiap perbuatan, siapa yang mengawasi, anak akan menjawab dengan tegas Allah Swt. Kedua. Pendidikan Ibadah, pendidikan yang memfokuskan pada cara yang harus dilaksanakan. Sebagai contoh shalat wajib maupun sunah, puasa wajib dan sunah, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya. Hal ini harus diajarkan kepada anak, sehingga dalam melaksanakan ibadah tidak serampangan, tapi sesuai dengan syariat. Ketiga. Pendidikan Akhlak, pendidikan ini membutuhkan keteladanan, karena di dalamnya berupa perilaku dan sikap serta tindakan. Perilaku, sikap dan tindakan ini tentunya sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Salah satunya Firman Allah yang artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orangg-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang merka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” Kemudian dikuatkan dengan sabda Rasulullah Saw, yang artinya: “Muliakanlah anak-anak kalian dan didiklah mereka dengan budi pekerti yang luhur. HR.Ibnu Majah).” Dengan pendidikan akhlak diharapkan anak secara belia sudah terbentuk menjadi sosok yang baik akhlaknya. Sebagai contoh bagaimana adab berteman, menghormati kepada orang tunya, bersikap sopan santun terhadapa orang yang lebih tua, menyayangi kepada yang lebih muda, termasuuk adab kepada lingkungan.

Bagi belia, pendidikan agama yang utama. Dengan pendidikan yang secara dini ditanamkan, menjadikan dasar dan sangat mempengaruhi perkembangan anak kedepannya. Ini merupakan tanggungjawab orang tua untuk mendidik anak agan menjadi baik, berilmu dan beretika. Hal ini merupakan wujud tanggungjawab orang tua terhadap anak. Kewajiban mendidik tidak hanya pada fase belia akan tetapi berlangsung sepanjang masa hingga waktu yang tidak terbatas. Oleh karena itu, orang tua harus senantiasa belajar dan tidak perlu malu untuk bertanya soal agama. Semoga peran kita sebagai orang tua yang diberi amanah dapat dan mampu menjalankannya dengan baik, menghasilkan generasi yang unggul, yang dapat membanggakan bagi ummat dan bangsa. (*)

*Penulis Adalah Kepala SekolahPG, TK dan TPA Islam Mellatena Semarang

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.