Semangat Jalimerah, PAC PDIP Gondokusuman Aksi Sosial Kemerdekaan dan Tabur Bunga di Makam Faridan M Noto

YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gondokusuman mengadakan berbagai kegiatan, diantaranya kegiatan sosial.

Ketua PAC PDIP Gondokusuman, Harjono mengungkapkan, kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu bantuan sembako kepada senior partai sekaligus ketua kordes PDI tahun 1997-1998 yang tengah berduka karena istrinya meninggal. Kemudian, bantuan sembako bagi keluarga yang menjalani karantina mandiri karena covid19.

“Rangkaian kegiatan dalam rangka hari kemerdekaan RI bertemakan kepedulian sosial dan jalimerah atau jangan sekali kali meninggalkan sejarah. Dengan melakukan aksi aksi sosial dalam kerangka membantu masyarakat adalah wujud dari partai hadir untuk rakyat di tengah kesulitan pandemi covid19 ini,”  dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (31/08/2020).

Rangkaian acara ditutup dengan tabur bunga ke makam Faridan M. Noto, tokoh serangan Kotabaru. Menurutnya, hal itu itu adalah dalam rangka menghargai jasa pahlawan kemerdekaan yang telah berkorban dengan tenaga, air mata, keringat, darah dan nyawa,

“Diharapkan dengan acara ini dapat memberi suri teladan kepada generasi penerus bahwa jangan tanya apa yang diberikan negara tapi bertanyalah apa yang dirimu berikan kepada negara,” pungkas Harjono.

Acara dihadiri nggota DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP. sekaligus selaku wakil ketua PAC bidang ideologi.

Dalam kesempatan tersebut Fokki menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gondokusuman adalah wujud kongrit dari penerapan ideologi Pancasila 1 Juni 1945 yang rohnya sangat jelas yaitu gotong royong. Ia sangat mengapresiasi kegiatan yang diilaksanakan PAC Gondokusuman dengan bersumbu pada gotong royong dan taat azas,

“Yang tidak kalah penting adalah mengajarkan sejarah kepada generasi penerus salah satunya adalah menunjukkan makam dari tokoh serangan kotabaru yaitu Faridan M Noto karena banyak yang tidak tahu makam tokoh tokoh pejuang pejuang kita yang telah berjuang menegakkan eksistensi negara Republik Indonesia,” tutup Fokki. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.