Tak Layak Tonton, PKBI DIY Nilai Sinetron Suara Hati Istri Sarat Isu Perkawinan Anak dan Kekerasan Seksual


Lea Ciarachel saat memerankan Zahra dalam Sinetron SHI. sumber Foto: Tangkap layar youtube

YOGYAKARTA – Sinetron Berjudul Suara Hati Istri (SHI) yang ditayangkan TV Swasta Nasional, Indosiar menjadi sorotan public. Sebab, dalam sinetron ada aktris di bawah umur yang memerankan sebagai istri ketiga dari tokoh utama “Pak Tirta”. Ya, dialah Lea Ciarachel yang berperan sebagai Zahra. Topik soal #zahra dalam sinetron ini trending di lini masa tweeter hari ini, Selasa (02/06/2021).

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakakarta (PKBI) DIY menyoroti sinetron yang dinilai sarat akan isu-isu perkawinan anak dan kekerasan seksual. Di sisi lain, PKBI DIY juga menilai masyarakat dewasa ini sudah mulai awareness terhadap isu perkawinan anak, meski tak dipungkiri banyak juga yang masa bodoh dengan batas usia perkawinan,

“PKBI sendiri sebagai salah satu NGO yang concern dalam isu kespro sangat menolak perkawinan anak. Karena perkawinan anak lebih banyak dampak negatif dibanding manfaatnya. Berikut akan kami uraikan beberapa dampak negatif dari perkawinan anak.” cuitnya dalam akun tweeter.

Dalam cuitannya, PKBI menjabarkan setidaknya ada 5 dampak negatif dari perkawinan anak. yaitu,

1.Pendidikan. Tak jarang anak yang dipaksa menikah diusia dini harus rela putus sekolah.

2. Dampak ekonomi Perkawinan anak sering kali menimbulkan adanya siklus kemiskinan baru. Remaja seringkali belum mapan/tidak memiliki pekerjaan yang layak dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah. Hal tersebut menyebabkan anak yg sudah menikah masih menjadi tanggungan keluarga.

Akibatnya orang tua memiliki beban ganda, selain harus menghidupi keluarga, mereka juga harus menghidupi anggota keluarga baru. Kondisi ini akan berlangsung secara repetitif turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya sehingga kemiskinan struktural akan terbentuk.

3.Dampak Sosial Ditinjau dari sisi sosial, perkawinan anak juga berdampak pada potensi perceraian dan perselingkuhan. Hal ini dikarenakan emosi yang masih belum stabil sehingga mudah terjadi pertengkaran. (Trending kemarin mungkin bisa menjadi contohnya.)

4. Dampak Kesehatan a. Bagi ibu Ancaman kematian bagi ibu lebih tinggi karena organ reproduksinya yang belum matang. Selain itu perempuan juga lebih rawan terkena kanker serviks. b. Bagi anak Kematian anak baru lahir tinggi, dan juga anak lebih rawan terkena stunting.

5. Dampak psikologis Dampak psikologis terjadi di mana pasangan secara mental belum siap menghadapi perubahan peran dan menghadapi masalah rumah tangga sehingga seringkali menimbulkan penyesalan akan kehilangan masa sekolah dan remaja.

Perkawinan anak berpotensi terjadi KDRT yang mengakibatkan trauma sampai kematian terutama dialami remaja perempuan.

Di sisi lain, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dikabarkan telah memanggil pihak Indosiar terkait viralnya sinetron SHI. Wal hasil, Indosiar berjanji akan mengganti Lea Chiarachel dengan tokoh lainnya untuk menggantikan peran Zahra dalam tiga episode mendatang sinetron tersebut. (kt1)

Redaktur: Faisal

Berita Terkait

 





Baca Juga