GKR Indonesia Fasilitasi Vaksinasi untuk Ribuan Mahasiswa dari luar DIY

YOGYAKARTA – Ribuan mahasiswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal mengikuti vaksinasi dosis pertama sinovac yang diselenggarakan Gerakan Kemanusiaan Republik Indonesia (GKR Indonesia) pada Senin dan Selasa 30 – 31 Agustus 2021 di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta.

Dalam kegiatan yang bertajuk Vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika tersebut juga rencananya akan dimeriahkan dengan pertunjukan budaya nasional. Diantaranya pertunjukkan gamelan Sunda dan tari Bali serta defile bregada rakyat Yogyakarta. Sebagian para mahasiswa dari luar DIY peserta vaksinasi juga akan hadir dengan mengenakan busana adat daerah masing-masing.

Panitia penyelenggara mencatat ada 1.500 mahasiswa luar DIY dari seluruh provinsi di Indonesia serta 500 masyarakat umum yang telah mendaftar vaksin. Antusias para mahasiswa daerah memperoleh vaksin sangat tinggi. Hanya setengah hari pendaftaran dibuka kuota 2.000 orang langsung penuh.

Founder GKR Indonesia, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengungkapkan, program vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika adalah upaya GKR Indonesia turut mendukung Pemerintah DIY dalam menjangkau kalangan mahasiswa luar daerah yang tengah belajar di Yogyakarta. Hal itu untuk menjaga keselamatan mereka sebagai generasi masa depan,

“Tema Bhinneka Tunggal Ika dipilih sebagai upaya GKR Indonesia ikut merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih saat pandemi global Covid-19 seperti saat ini, semangat kebersamaan dan gotong royong diantara segenap komponen warga sangat diperlukan,” tutur permaisuri dari Sri Sultan HB X ini.  

GKR Hemas menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika terasa spesial karena berbarengan dengan momentum peringatan tahun ke sembilan disyahkannya Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta No 13 Tahun 2012. Menurut GKR Hemas, hal itu perlu terus diingatkan karena bahwasannya salah satu tujuan Keistimewaan DIY sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 5 ayat 1 huruf c adalah untuk mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,

“Amanat Undang-Undang ini wajib diimplementasi dalam praktek nyata,” imbuhnya. 

Pelaksanaan vaksinasi yang dimeriahkan pentas kebudyaan nantinya juga akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sejumlah pihak yang memberikan dukungan acara vaksinasi GKR Indonesia antara lain Korem 072/PMK, Dinkesyah DIY, Kodim 0724 Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kebudayaan DIY, BKKBN DIY, Dekranas DIY, Kwarda Pramuka DIY, Yayasan Royal Lentera Biru, Klinis, Kecamatan Kraton, Puskesmas Kraton serta sejumlah komunitas relawan. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *