Hasil Akhir Online Fall Program Perkuat Hubungan Antar Budaya

YOGYAKARTA – Event Online Fall Program yang diselenggarakan Universitas Proklamasi 45 (UP 45) Yogyakarta, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, dan Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali merupakan terobosan baru dalam pengembangan  Ethnography (etnografi).

Kegiatan bertajuk ‘Visual Ethnography” yang dilaksanakan sejak  1 November dan ditutup pada 29 November 2021 ini mampu menghasilkan produk akhir yang memberikan pemahaman lebih untuk perserta terkait Visual Etnofrafi (VE). Kegiatan tersebut juga dinilai bermanfaat untuk memperkuat hubungan antar budaya.

Dekan Fakultas Teknik UP45 Dr Sugeng Sugeng Riyono M.Phil. yang juga merupakan dosen pembimbing mahasiswa peserta Online Fall Program mengatakan, untuk mencapai pemahaman VE dalam waktu yang relatif singkat tidaklah mudah,

“Pada FGD (Focus group discussion) terakhir, kami sangat senang bisa melihat dan mengamati berbagai macam pemahaman VE melalui presentasi produk akhir. Bukan hal yang mudah untuk memiliki proses hanya satu bulan untuk mendapatkan kinerja terbaik tersebut. Rincian instrumen formulir pemantauan harus disiapkan dengan sangat baik untuk menyimpulkan tingkat pencapaian masing-masing pengawas,” kata Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/12/2021).

Sugeng menjelaskan, VE  adalah topik yang sangat menarik untuk dibahas. Dalam Online Fall Program  diantara kelompok mahasiswa bisa memilih tema tertentu, seperti kelompok yang dia bimbing memilih jalan atau makanan tradisional. Ia mengarahkan kelompok mahasiswa yang dibimbingnya agar profesional dan fokus dalam menyelesaikan tugas VE,

“Melalui diskusi berkelanjutan antara supervisor dan kelompok siswa, pengetahuan tentang topik VE akan menjadi besar dan memperluas pentingnya informasi. Kolaborasi anggota tim akan sangat penting untuk membangun ide terbaik selama proses kompilasi VE dan manfaat utama dari hubungan antar budaya,” ungkap Sugeng Riyono, mewakili para dosen pembimbing dalam kegiatan Online Fall Program 2021.

Sugeng Riyono juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia, pembimbing dan seluruh mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. Menurutnya Online Fall Program adalah moment yang spesial dan membanggakan,

“Saya sangat senang mewakili rekan pembimbing saya dari UP45 Yogyakarta, untuk menyelesaikan kelas internasional Etnografi Virtual, mulai akhir Agustus hingga sekarang. Saya ingin mengucapkan selamat kepada semua peserta. Anda semua adalah tim terbaik yang pernah saya lihat. Saya berharap lebih dekat beradaptasi dan aktif untuk program serupa berikutnya,” harapnya.

Mahasiswa Fakultas Hukum UP 45, Abdul Asis Duaramae mengatakan, dengan menjadi menjadi peserta Online Fall Program ia bisa belajar banyak kebudayaan dan ilmu pengetahuan lainnya,

“Saya bersyukur saya bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, saya sangat bangga bisa bergabung dalam acara ini. kegiatan ini memberikan kepada saya banyak manfaat. saya belajar hal baru dan mengembangkan ketrampilan diberbagai hal seperti bahasa, bersosialisasi dan lainnya,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Abdul or Asis ini.

Mahasiswa kelahiran Saudi Arabia ini juga mengaku setelah bergabung dalam fall program bertema Visual Etnografi, dan dibawah bimbingan dosen Dr Sugeng Riyono,M.Phil. Dalam kegiatan tersebut ia memperoleh banyak hal baru tentang visual etnografi, social media, jurnalisme, aplikasi games , pecha kucha dan bagaimana mengedit video,

“Dan ini adalah pengalaman baru untuk saya menyelesaikan project akhir bertema street food, dan bekerjasama dengan teman dari negara lain. Melalui grup professional group, saya mengenal M Rupa Rasagna (India), Dian Grace Wondiwoi (Indonesia) Luis Aji Santoso Iswandy Soares (Timor-Leste). Saya ingin  berterima kasih kepada narasumber, dosen pembimbang, panitia, UKDW, Undhira Bali dan UP45,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Mahasiswa Perminyakan UP 45 Yogyakarta Agostinho Da Silva De Sena. Mahaswa asing asal Atsabez, Ermera, Dili, Timor Leste ini mengaku bangga bisa menjadi peserta Online Fall Program. Mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta sejak tahun 2017 ini juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru,

“Online Fall Program merupakan pengalaman baru bagi saya. Saya bertemu dengan supervisor saya di Kaya Group Dr Alit Merthayasa, MS dan Ibu Putri Ana Nurani. Saya juga bertemu Ketut Ayu Widiantini dari Indonesia sebagai ketua kelompok saya, dan juga teman saya Samsudin Kuwa dari Thailand dan Hemangi Naidu dari India. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi saya,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Agos ini.

Mahasiswa kelahiran Obulo, Timor Leste, 14 Agustus 1998 ini berharap bisa lebih aktif lagi mengikuti program musim gugur berikutnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.