Luncurkan Lava Pijar 18 Kali, Merapi Belum Tunjukkan Perubahan Aktivitas Signifikan

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Jumat (20/05/2022) terpantau kembali memuntahkan guguran lava pijar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTG) Yogyakarta mencatat, sepanjang periode pengamatan Pukul 00.00  hingga Pukul 06.00 WIB terjadi 18 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1800 meter ke arah barat daya.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan, aktivitas Merapi hari ini tidak menunjukkan perubahan aktivitas yang signifikan sehingga status Gunung Merapi masih di level III (Siaga).

Ia menjelaskan, dari hasil pantauan visual hari ini hingga pukul 18.00 WIB, aktivitas gunung Merapi  tergolong landai, belum  ada erupsi lanjutan.

“Selama periode pengamatan (hari ini), Gunung Merapitercatat mengalami 32 kali gempa guguran dan dua kali gempa hybrid atau fase banyak,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (20/05/2022).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 18.7-21 °C, kelembaban udara 75-99 %, dan tekanan udara 654-688 mmHg. Volume curah hujan 250 mm per hari.

Namun demikian Hanik mengatakan, potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

“Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Kamis (19/5/2022), Luncuran awan panas ini terjadi sekitar pukul 01.59 WIB. Pada seismogram tercatat amplitudo 43 mm dan durasi 181 detik. Luncuran awan panas mengarah ke barat daya. Jarak luncuran mencapai 2,5 kilometer. (kt1)

Redaktur: Faisal

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.