Cacar Monyet Jadi Momok Baru Dunia Setelah Covid: Ketahui Penyebab, Gejala dan Penyebarannya

Virus Cacar Monyet
ilustrasi. Foto: ist

Jogjakartanews.com– Setelah Covid-19, kini muncul beberapa penyakit misterius yang menjadi momok baru. Diantaranya cacar monyet yang sekarang menjalar di Eropa, Amerika Serikat dan Kanada. Cacar monyet juga disebabkan oleh virus.

Belasan kasus sudah dikukuhkan atau masih dalam penyelidikan di Amerika Serikat, Kanada, Eropa dan Inggris dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena penyakit tersebut sebelumnya hanya ditemukan di Afrika Tengah dan Barat dan jarang sekali menyebar ke tempat lain.

Kepala Bidang Medis New South Wales Kerry Chant mengatakan virus cacar monyet

Bisa menyebar lewat kontak dekat dengan mereka yang terkena virus tersebut.

“Infeksi biasanya menimbulkan gejala ringan dan kebanyakan orang kemudian sehat lagi setelah beberapa minggu,” kata Dr Chant seperti dikutip dari ABC News Baru-baru ini.

Gejala yang ditimbulkan antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan rasa capek.

Cacar monyet ini bagian dari penyakit cacar pada umumnya dan tanda-tanda yang jelas adalah luka-luka dan pembengkakan pada kulit.

Penyakit ini ditemukan pertama kali pada monyet di tahun 1958 dan tikus yang dianggap sebagai penyebar utama virus tersebut.

Menurut organisasi Kesehatan dunia (WHO), wabah itu tidak biasa, karena terjadi di negara-negara di mana virus tidak bersirkulasi secara teratur. Para ilmuwan sedang berusaha memahami asal usul kasus dan apakah ada yang berubah tentang virus tersebut. (kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.