Bagaimana, Menciptakan Formula Penangganan Kenakalan Remaja

Yogyakarta – Fenomena kenakalan anak remaja di Yogyakarta khususnya kenakalan jalanan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai bentuk kepedulian atas problematika tersebut, pemerintah Daerah D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion(FGD), Senin (23/05/2022).

FGD bertema Antara Kajian Kenakalan Anak tersebut menghadirkan Pembimbing Kemasyarakatn (PK) Bapas Kelas I Yogyakarta sebagai narasumber maupun sebagai peserta FGD. Hadir juga sebagai peserta diantaranya Dinas Sosial DIY, BPRSR DIY, LPKA Yogyakarta, POLDA DIY, Dikpora DIY, BKKBN DIY,  Universitas Atmajaya. Acara dibuka oleh Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY Sukamto, yang dalam sambutannya menyampaikan harapannya bahwa kajian ini menghasilkan rekomendasi penanganan kenakalan anak di jalanan.

“Harapan kami agar kemudian rekomendasinya dijadikan kebijakan pemerintah daerah berupa Perda,”

Kemudian Sukamto melanjutkan dengan memaparkan materi tentang Kenakalan Anak di Jalanan Berdasarkan Perspektif Ketahanan Keluarga.

Pembimbing Kemasyarakatan Madya Bapas Kelas I Yogyakarta, Sri Akhadiyanti dalam paparannya sebagai narasumber kedua menjelaskan gambaran tentang hasil penelitian kemasyarakatan pada kasus kenakalan anak di jalanan. Ia menggambarkan proses pembuatan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) mulai dari adanya permintaan dari kepolisian, pengambilan data ke klien, orangtua/wali, korban, sekolah, masyarakat dan pemerintah setempat, yang semua dikupas secara detail.

Yanti mengatakan bahwa apabila Litmas mempunyai keterkaitan dengan sidang TPP sehingga Litmas yang sudah dibuat oleh PK wajib diikutkan Sidang TPP Bapas, sehingga rekomendasi sementara yang dibuat PK akan disetujui oleh Sidang TPP dan setelah itu Litmas baru bisa dikirimkan ke penyidik atau instansi lain yang meminta.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sari Mukti Dewi sebagai narasumber terakhir dengan menyampaikan materi tentang pandangan akademik terkait penanganan kenakalan anak di jalanan. Beliau mengatakan bahwa pada intinya untuk mencegah kenakalan anak di jalanan dalam jangka pendek bisa diambil dengan cara memperbaiki model intervensi yakni memperhatikan akar masalahnya. Dengan demikian permasalahan kenakalan anak bisa ditekan.

Ditemui di akhir kegiatan, Sri Akhadiyanti menyampaikan bahwa harapannya FGD ini menghasilkan formula, rekomendasi nantinya dapat diterapkan dalam pencegahan dan penanganan fenomena kenakalan remaja di Yogyakarta. (die).

Redaktur : Hennyra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.