Budaya  

Kemeriahan Sedekah Laut di Sadeng

GUNUNGKIDUL- Sedekah laut di Pantai Sadeng, Girisubo berlangsung meriah, Selasa (12/11/2013). Ratusan warga turut serta melarung sesaji di tengah laut.
Meski sedekah laut dimulai sekitar pukul 15.15 WIB, ratusan warga sudah menaiki kapal yang akan mengiringi pelarungan sesaji sejak pukul 12.00 WIB.
“Yang penting kami sudah mendapatkan tempat duduk di kapal. Karena khawatir saja tidak mendapatkan tempat duduk dan jelas tidak bisa ikut prosesi larungan,” kata Hasanudin (30) warga Bogor, Jawa Barat.
Hasanudin mengaku, rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk mengikuti sedekah laut. Menurutnya sedekah laut adalah tradisi Jawa yang harus dilestarikan. “Semoga masyarakat terus antusias melestarikan tradisi seperti ini,” katanya.
Setelah kurang lebih 3 jam menunggu, KPH Wironegor, menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X tersebut hadir. Ratusan warga pun nampak sumringah.
“Akhirnya Gusti Wiro datang sehingga prosesi sedekah laut bisa dimulai,”kata warga lain Siyo (40) warga Kecamatan Girisubo.
Setelah KPH Wironegoro hadir dan menaiki kapal, sedekah laut pun dimulai. Sedikitnya ada 12 kapal beriring-iringan menuju tengah laut. Sesampainya di jarak 2 kilo meter dari daratan sesaji dan ubi rampe dilarung ke ke laut.
Sementara itu, sesepuh Pantai Sadeng, Sarpan menjelaskan, sesaji dan ubo rampe yang dilarung meliputi ayam jawa, nasi tumpeng, buah-buahan menyan dan bergai makanan jawa.
“Semoga adanya sedekah laut ini warga pesisir yang menggantungkan hidupnya di laut selalu diberi keselamatan dan rezeki oleh Alloh,” tambahnya. (dit)


Redaktur: Azwar Anas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com