Sabtu, 30/11/2013 15:00 WIB | Dibaca: 3232 kali

Tarik Ulur Harga Pembebasan Lahan, Pembangunan Fly Over, Vakum


Fly over Jombor

SLEMAN - Mangkraknya pembangunan fly over Jombor, disebabkan masalah tarik ulur pembebasan lahan. Tarik ulur itu diduga lantaran masyarakat di sekitar Jombor tiba-tiba meminta harga pembebasan lahan dengan sangat tinggi.
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional, Ir. Heru Prayogo mengatakan dari pihak kontrkator menyetujui harga pembebasan lahan tersebut dengan harga Rp4.500.000 per meter. Sedangkan dari masyarakat, tiba-tiba meminta harga Rp10.000.000 per meter.
"Jika masalah tarik ulur harga pembebasan lahan tersebut tidak segera selesai pada waktunya, maka proses pembangunan fly ower jombor juga akan semakin lama," ujarnya Sabtu (30/11/2013).
Akan tetapi Heru optimis, sengketa pembebasan lahan itu akan segera dapat diselesaikan. "Target kami sampai Maret 2014," imbuhnya.
Pihaknya juga menyesalkan tindakan warga dengan meminta harga yang tinggi tersebut. Padahal, kata Heru, sebagian masyarakat sudah ada yang menerima dengan harga yang ditetapkan kontraktor sebelumnya. "Kalau dari arah yang mau Magelang itu, sebagian masyarakat mau dengan harga yang kami tetapkan, yakni 4,5juta," jelasnya. (ynr)
Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga