Rabu, 18/12/2013 15:08 WIB | Dibaca: 1044 kali

Ditarif 10 Ribu, Pengelola Goa Pindul Merasa Terbebani


Kawasan wisata Goa Pindul

GUNUNGKIDUL - Kenaikan tarif retribusi Goa Pindul sebesar Rp10.000 dinilai terlalu membebani pengelola Goa Pindul. Sebab, nominal tersebut dianggap masih mahal. Pengelola Goa Pindul masih berharap pemerintah menurunkan nilai retribusi menjadi Rp5.000.

Pengelola Panca Wisata Goa Pindul, Tri Gunadi mengaku keberatan dengan keputusan DPRD Gunungkidul dan Pemkab yang menarik retribusi senilai Rp10.000. Sebab selama ini pemerintah dalam memberikan bantuan tidak merata.

"Kami (pengelola Panca Wisata) baru menerima helm dan pelampung beberapa saja kok sudah ditarik retribusi 10 ribu. Kalau dari awal kami membuka skretariat ini didukung ya mungkin bisa menerima," katanya ketika dihubungi Jogjakartanews.com, Rabu (18/12/2013) sore tadi.

Tri Gunadi mengatakan, nominal retribusi paling besar itu semestinya tak jauh dari Rp.5000. Karena dengan nominal tersebut tidak akan membebani biaya operasional. Ia khawatir jika harus membayar retribusi Rp10.000 perorang, wisatawan justru enggan masuk Goa Pindul.

"Kalau 5 ribu pengelola tidak terbebani. Karena otomatis jika ditarik retribusi 10 ribu jelas tiket masuk Goa Pindul yang semula 30 ribu akan menjadi 40 ribu," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Ketua pengelola Dewa Bejo, Subagyo. Meski dari awal setuju dengan penarikan retribusi tetapi jika nominalnya Rp 10 ribu itu masih membebani pengelola.
"Kami berharap penarikan retribusi itu Rp 5 ribu. Tapi kalau tetap Rp 10 ribu kami juga akan menaikan tiket masuk Goa Pindul menjadi 40 ribu," tambahnya. (dit)

Redaktur: Azwar Anas


 


 





Baca Juga