Sabtu, 04/01/2014 12:53 WIB | Dibaca: 723 kali

Tak Bisa Jualan, Pedagang Pasar Semin Terlilit Hutang


Garis polisi masih terpasang di pasar semin yang terbakar. Foto: Adhit

GUNUNGKIDUL - Pasar Semin yang terbakar malam tahun baru 2014 lalu membuat sebagian besar pedagangnya tidak dapat berjualan. Sebab, pemerintah Kabupaten Gunungkidul belum menyediakan lokasi pasar darurat untuk berjualan. Akibatnya pedagang yang mempunyai hutang bank kesulitan membayar.

Salah seorang pedagang kelontong di Pasar Semin, Tukul (53) mengatakan, pedagang di Pasar Semin sebagian besar memiliki modal usaha dari berhutang bank. Dengan berhutang bank para pedagang memutar uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Tapi sampai sekarang belum ada pasar darurat kami belum bisa berjualan. Sebagai pedagang yang tertimpa bencana kami butuh perhatian," kata Tukul kepada Jogjakartanews.com, Sabtu (4/1/2014).

Tukul mengatakan, jika pembuatan pasar darurat tidak segera dilakukan ia khawatir untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena selama ini penghasilan yang didapat sebagian besar dari berdagang.

"Apalagi modal kami (pedagang) dari berhutang bank. Setiap bulannya harus mengangsur, kalau tidak berjualan dari mana penghasilan kami. Sedangkan barang dagangan saya juga sudah habis terbakar," ungkapnya. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga