Selasa, 18/02/2014 22:01 WIB | Dibaca: 1802 kali

"Tan Malaka, Orang yang Hilang dari Sejarah"


Harry Poeze (kiri) dalam diskusi buku Tan Malaka di UGM. Foto/mustakim

YOGYAKARTA - Hal tersebut disampaikan Harry Poeze dalam diskusi buku Tan Malaka yang dilaksanakan di ruang Multimedia, Fakultas Hukum, UGM, Selasa (18/2).

Dalam melakukan penelitian mengenai jejak-jejak Tan Malaka, Harry Poeze memerlukan waktu bertahun-rahun. Ia mengisahkan banyak hal terkait Tan Malaka. Mulai dari pemerintah Indonesia yang melarang Tan Malaka hidup di Indonesia, kehidupan nomaden Tan Malaka di Luar negeri, kematian Tan Malaka yang dieksekusi pemerintahnya sendiri, hingga polemik di mana sebenarnya letak makam Tan Malaka.

Memang, hingga kini, belum ada kejelasan secara pasti dimana Tan Malaka di makamkan. Saya yakin, kata Harry Poeze, Tan Malaka dimakamkan di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur. 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa TNI-lah yang mestinya bertanggung jawab atas kematian Tan Malaka. "Mereka (TNI-red) yang mengadakan perjanjian untuk merahasiakan kematian Tan Malaka," tuturnya.

Selain itu, Harry Poeze juga mengeluhkan sulitnya prosedur birokrasi di Indonesia. Akibatnya, izin untuk melakukan penelitian sempat menunggu lama.

Pembicara lain, Eko Prasetyo, Kepala Badan Pekerja Social Movement Institute, mengungkapkan bahwa Tan Malaka merupakan seseorang yang komplit. "Teladan yang sempurna. Dia patut untuk dikagumi."

"Dia (Tan Malaka) orang yang hilang dari sejarah dan muncul karena ada orang yang menulis tentang dirinya," kata Harry Poeze. (kim)

Redaktur: Azwar Anas


 





Baca Juga