Dampak Vulkanik, dari ISPA sampai Meninggal Akibat jatuh dari Genting


Jumpa Pers di ruang rapat BPBD DIY. Foto/mustakim

YOGYAKARTA - Meski masa tanggap darurat bencana debu vulkanik Gunung Kelud selesai hari ini, Kamis (20/2) namun masyarakat Yogyakarta belum sepenuhnya bebas dari ancaman debu vulkanik. "Penanganan debu vulkanik bukan berarti selesai," kata Asisten II Pembangunan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Didik Purwadi kepada wartawan usai rapat rapat evaluasi status darurat abu vulkanik di Ruang Meeting, BPBD Yogyakarta.

Selain itu, abu vulkanik memiliki dampak besar terhadap DIY. Dalam rapat evaluasi tersebut, salah satunya, korban akibat dari bencana debu vulkanik yaitu sebanyak 1315 orang terkena ISPA, 165 orang mengalami iritasi mata, 115 orang mengalami radang tenggorokan, dan 44 kejadian kecelakaan; 1 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di jalan Wates dan 1 orang meninggal akibat jatuh dari genting saat sedang membersihkan abu vulkanik.

Bukan cuma itu, dampak dari abu vulkanik juga marambat ke sektor lain. Di antaranya, ekonomi, pariwisata, dan lain-lain. "Pihak Angkasa Pura dikabarkan merugi Rp5 milyar perharinya," ungkap Didik. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga