SBY Tangani Konflik Kraton Solo, Rekonsiliasi di Gedung Agung Yogyakarta


Roy Suryo foto bersama kerabat Keraton Surakarta. Foto/mustakim

YOGYAKARTA - Konflik internal kraton Kasunanan Surakarta yang semakin panjang menjadi perhatian presiden SBY untuk secara langsung mengambil alih dalam proses penyelesaian permasalahan yang tengah dihadapi di internal keraton Surakarta dengan menunjuk Menpora Roy Suryo sebagai mediator.

Konflik Keraton Kasunanan Surakarta melibatkan 2 pihak, yakni kubu Dewan Adat Keraton di bawah pimpinan GRAy Koes Moertiyah (Gusti Mung) dengan kubu dwi tunggal yang dikomandoi Raja Paku Buwono XIII Hangabehi dan KGPH PA Tedjowulan.

Presiden SBY Minggu (23/02) siang secara langsung memimpin rapat tertutup yang digelar di Istana Gedung Agung Yogyakarta untuk membahas sejumlah persoalan di antaranya konflik Kraton Kasunanan Surakarta yang selama 9 tahun belum selesai dengan menghadirkan Pakubuwono 13, Panembahan Agung Tejowulan serta sejumlah Kerabat Kraton Surakarta.

Menpora, Roy Suryo mengatakan, Presiden SBY sudah mendengarkan langsung permasalahan yang tengah dihadapi Keraton Surakarta dan ia meminta segera diselesaikan secepatnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, rekonsiliasi yang dilakukan di Istana Gedung Agung itu SBY akan mengeluarkan aturan sesuai keputusan presiden no 23 th 1988 di mana pemerintah akan menjadi penjaga adat dan budaya yang ada di kraton kasunanan Surakarta.

"Presiden meminta konflik yang berlangsung selama 9 tahun ini segera selesai. Dan SBY Sudah menerima permintaan dari pihak Kraton Kasunanan Surakarta dalam pertemuan di GA Yogyakarta"Ujarnya Minggu (23/02) di depan Gedung Agung Yogyakarta.

Roy juga menjelaskan, penyelesaian konflik yang dilakukannya saat ini tak lepas dari apa yang pernah dilakukan pemerintah sebelumnya, seperti yang pernah dilakukan Ketua DPR, Mendiknas, Menteri PU, Menbudpar, dan Mendagri dan setelah 9 April nanti Presiden meminta Konflik Internal Kraton Surakarta Berakhir. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga