Rabu, 19/03/2014 15:09 WIB | Dibaca: 1439 kali

Knalpot Blombongan Massa Kampanye Teror Pedagang Pinggir Jalan


Mbah Koran dan Didik. Foto: Baharuddin Kamba

YOGYAKARTA- Memasuki hari keempat pelaksanaan kampanye terbuka pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, selain disuguhi dengan janji-janji dari para Calon Legislatif (Caleg), masyarakat juga dibuat tidak nyaman dengan suara kebisingan sepeda motor yang menggunakan knalpot 'blombongan' dan sejumlah alat kampanye yang menimbulkan sampah visual.

"Saya berharap pelaksanaan kampanye tahun ini berjalan berjalan dengan damai dan tidak ada lagi suara motor yang bleyer-bleyer," Kata Mbah Parmi (89), penjual koran di daerah Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Rabu (19/3/2014) pagi.

Mbah parmi berharap, peserta kampanye yang membiuat berisik dan menganggu kenyamanan ditindak tegas.

"Harusnya kalau mau dipilih jangan buat berisik jalanan, " ujar perempuan yang sejak 1989 menjada dan berjualan Koran, sambil berjualan bensin eceran ini.

Mbah Koran, sapaan akrabnya, mengaku terpaksa minggir kalau ada massa kampanye yang lewat, selain brisik juga karena takut

"Biasanya suka teriak-teriak begitu mereka, jadi takut," katanya yang menjajakan korannya dibantu oleh cucunya.

Harapan yang hampir sama juga muncul dari Didik (54) penjual makanan keliling ini pada pelaksanaan pesta demokrasi di tahun 'kuda kayu' ini.

" Saya sangat berharap kampanye tahun ini aman dan damai agar saya dapat berjualan dengan lancar" harap pria yang mengaku asal daerah Jawa Timur ini.

Didik yang sudah hampir 5 tahun menjajakan makanan secara keliling ini juga sempat cemas ketika berpapasan dengan massa kampanye.

"Saya takut kalau gerobak dan daganggan saya ditabrak oleh massa kampanye" pungkasnya.

 

Kontributor           : Baharuddin Kamba

Redaktur             : Rudi F


 



Terpopuler


Baca Juga