Jumat, 28/03/2014 08:25 WIB | Dibaca: 759 kali

Ungkapan Masyarakat Kecil Tentang Kesejahteraan Orde Baru


Kesederhanaan Nyaman berjualan mie ayam. Foto/aditya

GUNUNGKIDUL - Mie ayam ‘Pak Nyaman' mampu bertahan dari masa pemerintahan orde baru hingga sekarang zaman reformasi. Perbedaan kedua zaman tersebut sangat dirasakan oleh Nyaman (50) pemilik warung mie ayam di Barat Jembatan Besole, Desa Baleharjo, Wonosari.
Menurut Nyaman, zaman orde baru atau pemerintahan Presiden Soeharto perekonomian masyarakat kecil jauh lebih stabil dibandingan dengan saat ini. Nyaman mencontohkan, zaman orde baru modal berdagang mie ayam hanya Rp 6 ribu bisa mendapat penghasilan kotor sebesar Rp 30 ribu.

"Itu Rp 30 ribu masih kotor. Bersihnya saya mendapatkan Rp. 20 ribu, bayangkan saja dahulu uang Rp 20 ribu sudah bisa buat beli semen lima sak," katanya kepada wartawan, Jum'at (28/03/2014).

Tetapi sekarang, kata Nyaman, modal yang dikeluarkan sangat besar dan hasil yang didapatkan juga tidak seberapa. Selain itu beberapa akhir bulan ini ia dibuat kelabakan karena gas ukuran 3 kilo gram (kg) sulit didapatkan.

"Kalau ada gambar Pak Harto (Presiden Soeharto) dengan tulisan ‘Penak Zamanku To' saya rasa itu benar," pungkas Nyaman yang berjualan mie ayam sejak tahun 1990 ini. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga