Arie Sujito: Pertarungan Pilpres Berpotensi Tidak Sehat

YOGYAKARTA – Pasca pelaksanaan Pemilu legislatif, publik disuguhi penyelenggaraan Pemilu dengan warna berbagai masalah. Dari banyaknya pelanggaran kampanye, tertukarnya surat suara, hingga praktik money politic yang terjadi di mana-mana. Bagaimana dengan pelaksanaan Pilpres nanti?

Publik tentu belum tahu nanti apa yang akan terjadi dalam Pilpres. Setidaknya, panas persaingan menuju RI 1 kini sudah terasa. Berbagai usaha masih dilakukan Parpol yang mengajukan capres untuk berkoalisi partai lain. “Potensi konflik dalam Pilpres cukup besar,” kata pengamat politik sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Arie Sudjito, Kamis (17/4/2014).

Menurutnya, hal itu tak lepas dari konflik yang juga terjadi dalam Pemilu legislatif beberapa waktu lalu. Pada Pemilu legislatif, konflik kerap muncul dengan sesama anggota partai. “Reproduksi sentimen antar kandidat pada Pilpres sangat besar kemungkinan terjadi,” katanya.

Arie menilai, masa berlangsungnya Pilpres nanti menjadi salah satu pertarungan yang mungkin tidak sehat. Apa pasalnya? “Pokok pembahasan seolah tidak menjadi substantif tapi konvensional,” pungkas Arie. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com