Minggu, 11/05/2014 14:18 WIB | Dibaca: 2424 kali

Pembukaan Lahan Picu Berkurangnya Populasi Burung


doc.istimewa

YOGYAKARTA - Populasi satwa, salah satunya burung di Indonesia terus terancan. Ancaman tersebut muncul akibat gancarnya pembukaan lahan yang dilakukan oleh perusahaan untuk kepentingan industri. Termasuk yang paling besar di Sumatera dan Kalimantan.

"Degradasi lahan mempengaruhi jumlah jenis dan populasi," kata Ketua Panitia aksi dalam peringatan World Migratory Bird Day 2014 'Mari Melindungi Burung Migran dan Habitatnya', Setyo Prabowo di titik nol kilometer, Minggu (11/5/2014).

Setyo mengatakan, pemerintah melalui Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera mengambil tindakan untuk menyalamatkan populasi burung yang masih tersisa.

Aktivis Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ), Paradina Mufti menjelaskan, saat ini, populasi burung di Indonesia masih ada sebanyak 1598 jenis burung. Dari jumlah tersebut, ada beberapa jenis habitat burung yang sudah terancam punah.

"Yang terancam punah di Jawa, burung Prulek Jawa, sudah 45 tahun tidak ditemukan. Ada Burung Gelatik Jawa, dan Elang Jawa," ujarnya. Mufti, panggilan Paradina Mufti, manambahkan, Gelatik Jawa khusus di Yogyakarta sudah terintroduksi di Prambanan, Meliapurosani, dan Luweng Njethak, Gunungkidul.

Acara aksi yang dilakukan PPBJ merupakan agenda tahunan yang diadakan setiap bulan Mei minggu kedua untuk meperingati migrasi burung di dunia. Tahun 2014 ini, acara diadakan Surabaya, Bandung, Bogor, dan Yogyakarta. Acara di Yogyakata, aksi dikemas dengan bentuk sosialisasi penyelamatan burung, pembagian stiker dan leaflate, interaksi langsung dengan pengunjung, dan pameran foto burung.

Mufti menambahkan, PPBJ akan terus melakukan kampanye dan pengamatan burung. Pengamatan akan dilakukan secara berkala. Hasil pengamatan yang sudah dilakukan sejauh ini dipublikasikan melalui Jurnal Kukila dan Stilt (untuk tingkat Asia-Australia), serta Birding Asia (untuk regional Asia). (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 


 



Terpopuler


Baca Juga