Senin, 12/05/2014 15:56 WIB | Dibaca: 1866 kali

MAKARYO Mengutuk Maraknya Aksi Kekerasan di DIY


doc.istimewa

YOGYAKARTA - Berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi keprihatinan tersendiri dan sangat disayangkan oleh kalangan LSM dan elemen masyarakat di Yogyakarta yang tergabung dalam Masyarakat Antikekerasan Yogyakarta (MAKARYO).

Dalam catatan MAKARYO, setidaknya ada 18 kasus kekerasan yang terjadi di Yogyakarta yang hingga kini proses hukumnya tidak jelas.

"Kami sudah berulang kali melaporkan berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Yogyakarta ke aparat penegak hukum namun hingga kini tidak kejelasan proses hukumnya tapi kami akan terus mengawal kasus-kasus kekerasan hingga tuntas," kata Hafizen selaku jubir (juru bicara) Makaryo dalam pers rilisnya yang diterima jogjakartanews.com, saat menggelar jumpar pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, Senin (12/5/2014).

Hafizen yang juga merupakan aktivis dari Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) ini mengungkap bahwa sudah sering memberikan aturan hukum kepada penegak hukum atas kasus-kasus kekerasan kepada penegak hukum dengan harapan ditindaklanjuti. "Dari kasus Udin, pengerusakan kantor LKiS, pembubaran diskusi eks.tapol 65 di Godean hingga yang terkini adalah kasus kekerasan yang dialami oleh aktivis Forum Lintas Iman di Gunung Kidul yang dilakukan oleh sekelompok massa beberapa waktu yang lalu juga belum ada kejelasan proses hukumnya," tegasnya.

"Mengutuk dan menyayangkan perilaku main hakim sendiri yang dilakukan oleh Forum Jihad Islam (FJI) yang berujung pada tindak kekerasan terhadap aktivis Forum Lintas Iman di Gunung Kidul," kecam Tri Wahyu, KH yang juga aktivis Makaryo.

Atas berbagai kasus kekerasan yang terjadi di DIY, Makaryo menilai bahwa sederet aturan yang diberikan seolah tidak berlaku di DIY. Bahkan Makaryo menilai negara sudah abai terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh sekelompok orang yang hanya mengatasnamakan agama lalu melakukan kekerasan intimidasi terhadap orang lain yang berbeda keyakinan. (bhr)

Redaktur: Azwar Anas

 


 



Terpopuler


Baca Juga