Minggu, 18/05/2014 16:50 WIB | Dibaca: 2027 kali

Dialog Kebangsaan, Danrem: Kita masih Terlalu Fanatik


Danrem 072/pmk Brigjen TNI MS Sabrar Fadhilah saat menyampaikan materinya. Foto/Mustakim

GUNUNGKIDUL - Dalam rangka hari jadi ke 183 Kabupatan Gunung kidul dilaksanakan dialog Kebangsan di Pendopo Kabupeten Gunung Kidul. (Minggu 18/5/2014) hadir sebagai nara sumber Danrem 072/Pmk, Brigjen TNI MS Sabrar Fadhilah dan Sekjen Idaroh Aliyah JATMAN K. H M. Masroni.

Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI MS Sabrar Fadhilah memaparkan, Negara Indonesia adalah Negara Kaya dengan sumber daya alam dan keragaman budayanya dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan ini kata Danrem, yang kemudian menjadi incaran Negara asing yang tidak menginginkan Negara ini maju.

"Sebagai bangsa yang kaya seharusnya kita sebagai anak bangsa bersatu padu untuk membangun negeri ini. Salah satu yang menjadi Negara kita sulit maju adalah sifat kita sendiri yang terlalu fanatik dengan kedaerahan kita," ujarnya, Minggu (18/5/2014).

Danrem menambahkan, sehingga berselisih faham gara-gara masalah sepele, sebagai contoh masih ada di beberapa daerah yang pimpinan daerahnya harus putra asli daerah tersebut. Menurut Jenderal berpangkat Bintang satu ini, apa salahnya jika ada orang luar daerah yang mempunyai komitmen untuk membangun negeri ini untuk memimpin daerah tersebut. "Meskipun dia pendatang toh masih warga Negara Indonesia juga," tambahnya.

Dialog kebangsaan ini, diikuti oleh ormas kepemudaan KNPI, IPNU, PPM, Pramuka dan Pelajar di wilayah Gunung Kidul, Hadir dalam acara tersebut, Bupati Gunung Kidul yang diwakili oleh Toni Harahap SH. MM, Ketua DPRD, Ketua Kejaksaan Negeri Gunung kidul. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga