Jumat, 04/07/2014 15:34 WIB | Dibaca: 972 kali

KPU DIY Nyatakan Ribuan Surat Suara Pilpres, Rusak


Ilustrasi. Foto: Sumber Istimewa

YOGYAKARTA - Mendekati pesta demokrasi Pemilihan Presiden 9 Juli yang tinggal beberapa hari lagi, ribuan surat suara di Daerah Istimewa Yogyakarta justru banyak ditemukan mengalami kerusakan dan dipastikan tidak bisa digunakan untuk proses pencoblosan.

Kepastian jumlah kerusakan surat suara yang rusak atau cacat tersebut setelah masing-masing KPU kabupaten/kota se-DIY menuntaskan proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pilpres 2014.

Komisioner KPU Daerah Istimewa Yogyakarta, Nur Huri Mustofa menyatakan jumlah surat suara  yang ditemukan rusak, hampir mencapai 6000 lembar surat suara. Kerusakan itu antara lain surat suara sobek dan kotor karena noda tinta, namun untuk surat suara yang salah cetak, seperti kurangnya gambar dari salah satu pasangan capres sejauh ini pihaknya tidak menemukan hal itu, seperti yang terjadi di Hongkong kemarin.

"Dari data yang kami terima tiap KPU kab/kota surat suara rusak sebanyak enam ribu surat suara," ujarnya Jum'at (04/07/2014).

Jumlah kerusakan surat suara kali ini  jauh lebih sedikit dibanding pada Pileg 9 April lalu.

Surat suara yang rusak, kata Huri, disebabkan oleh dua hal, yaitu pada saat proses produksi misalnya tercecer tinta atau pemotongan tidak pas, kemudian kedua pada saat distribusi misalnya seperti terkena goresan saat diturunkan dan terkena air hujan.

"Kekuarangan surat suara akibat kerusakan ini kami terpaksa masih menunggu surat suara pengganti dari KPU pusat;" ungkapnya.

Sementara itu, pasca penyortiran Komisi Pemilihan Umum kabupaten/kota kini tengah melanjutkan tahap selanjutnya yaitu proses pengepakan surat suara, dan setelah pengepakan selesai kemudian KPU akan langsung mendistribusikannya di tiap TPS yang sudah dipetakan.

"Untuk hari ini tahap selanjutnya KPU masih dalam proses pengepakan atau pengumpulan surat suara karena pada sabtu (5/07/2014) besok, surat suara rencana akan langsung distribusikan ke masing-masing TPS," kata Komisioner KPU DIY. (war)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga