Kamis, 10/07/2014 14:55 WIB | Dibaca: 1140 kali

Kedua Kubu Capres Saling Tuding Hasil Survey Quick Count Tak Benar


Ilustrasi. foto: Istimewa

JAKARTA- Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK saling mengklaim hitung cepat (quick count) yang memenangkan kubu lawan, adalah tidak bisa dipercaya.

Hampir semua lembaga survei memang menemukan margin tipis kedua kubu ini.

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Cyrus Network, Litbang Kompas, Radio Republik Indonesia (RRI), Indikator Politik Indonesia, serta Lingkaran Survei Indonesia menemukan Joko Widodo sebagai pemenang.

Sementara Indonesia Research Centre (IRC), Jaringan Suara Indonesia (JSI), Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dan Lembaga Survei Nasional (LSN) menemukan justru Prabowo yang unggul.

Terkait perbedaan tersebut, kedua kubu tim pemenangan bahkan saling tuding ada mafia Survey.

Penasihat tim kampanye Prabowo-Hatta, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo bahkan menyebut lembaga-lembaga survei yang memenangkan Jokowi-JK adalah lembaga survey bayaran .

Dia mengklaim memiliki data perhitungan berdasarkan Formulir C-1 yang diperoleh dari para saksi Partai Keadilan Sejahtera di tiap TPS.

"Berdasarkan quick count terpercaya bersumber Formulir C-1 perbandingan akumulasi prosentase nasional antara pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla, adalah 52,04% untuk pasangan Nomor 1 dan 47,96% untuk pasangan nomor 2. Selisih persentase suara kedua pasangan sebesar 4,08%," ungkapnya sebagaimana pers rilis yang diterima jogjakartanews.com.

Senaada diungkapkan Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Fadli Zon. Dia optimistis pasangan Prabowo Hatta iunggul.

"Kita akan kawal data real count dari saksi mulai dari tingkat PPS, PPK sampai dengan KPU Pusat, yang menyatakan kemenangan kita sebesar 52%," ujarnya dalam siaran pers.

Terpisah, Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) akan menggelar penyelidikan menyusul perbedaan hasil quick count yang dilakukan oleh anggota-anggota mereka.

Anggota Dewan Etik Persepi, Hamdi Muluk, mengatakan dua anggota Persepi, yaitu Puskaptis dan Jaringan Suara Indonesia (JSI), menunjukkan hasil berbeda dengan tujuh anggota Persepi lainnya.

Puskaptis dan JSI menyebutkan perolehan suara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungguli pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan selisih 1% sampai 5%.

Dua lembaga survei tersebut bekerja sama dengan stasiun televisi TV One.

"Kalau kita melihat polarisasinya, TV One itu aneh sendiri memenangkan Prabowo. Kita bisa lihat yang terafiliasi dengan Prabowo memenangkan Prabowo, sementara yang memenangkan Jokowi itu independen," kata Hamdi sebagaimana dilansir dari BBC News Asia hari ini

Hamdi mengatakan akan memanggil Puskaptis dan Jaringan Suara Indonesia setelah sidang dewan etik hari ini. (lia/ded)

Redaktur: Tarnowo

 


 





Baca Juga