‘Profesor Telo’ Pejuang Kedaulatan Pangan Indonesia Itu Telah Tiada


doc/istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengungkapkan, hari ini, Kamis (28/08/2014) Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prof.Dr.Ir. Suhardi, M.Sc telah meninggal dunia Pukul 21.44 WIB di RSPP, Jakarta. Jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka DPP Partai Gerindra, Ragunan.

"Esoknya, Pukul 08.00 jenazah dibawa ke Yogyakarta," katanya dalam keterangan pers yang diterima jogjakartanews.com, Jumat (29/08/2014) dinihari.

Di mata Fadli Zon, Prof. Hardi yang lahir di Klaten, 13 Agustus 1952 adalah seorang intelektual dan praktisi kehutanan Indonesia.

"Guru besar Fakultas Kehutanan UGM ini dikenal dengan julukan Profesor Telo (ketela) dan Pejuang Kedaulatan Pangan, karena tak bosan mengkampanyekan bahan pangan local," katanya.

Selesai S-3 (1987), Prof. Suhardi mendeklarasikan ‘Sumpah Gandum'. Sebuah ikrar tidak memakan gandum dan produk turunannya, hingga masyarakat Indonesia sejahtera, tak bergantung pada gandum.

Bahkan saat menjabat Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Dephut (2001), Prof. Suhardi mengarahkan jajaran di bawahnya agar membudayakan makan makanan lokal, seperti ketela dan umbi-umbian.

Prof Suhardi yang sederhana dalam kehidupan, menolak mematenkan karya ilmiahnya, dengan alasan saat sekolah ia dibiayai uang (pajak) rakyat.

Ia menulis buku "Mandiri Pangan Sejahterakan Rakyat", tentang bagaimana seharusnya Indonesia mengelola sumber pangan. Di akhir 2011, buku tersebut dibagikan secara gratis ke masyarakat dalam program "Gerakan Sejuta Buku Untuk Indonesia".

"Selamat jalan Prof. Suhardi, semua budi luhur dan keteladananmu telah menjadi insprasi bagi kami semua," pungkas Fadli Zon. (pr/lia)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga