Senin, 01/09/2014 19:44 WIB | Dibaca: 1818 kali

Coba Tabrak Polisi, Penjambet Tewas


doc.jogjakartanews.com

BANTUL- Pelaku penjambretan, Agus Siswanto (34) warga Solo, Jawa Tengah, tewas terkena timah panas (tertembak) petugas Polres Bantul, Minggu (31/08/2014) malam di kawasan jalan ring road selatan, Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Sebelum tertembak, pelaku sempat berusaha melarikan diri dan melawan saat akan diamankan, dengan mencoba menabrakkan kendaraannya ke arah petugas.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, AKBP Surawan, tindakan anggotanya sudah sesuai dengan prosedur. Sebelum melepaskan tembakan yang mengenai bagian punggungpelaku, kata dia, petugas telah melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali.

“Setelah tertembak, pelaku menabrak pembatas jalan dan terjatuh, kemudian meninggal,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (01/09/2014) di Polres Bantul.

Oleh karenanya, kata Kapolres, penyebab meninggalnya pelaku karena tertembak atau karena terjatuh, pihaknya masih belum dapat menyimpulkan.

“Penyebab Pastinya masih menunggu hasil autopsi dari dokter RSUP Sarjito Yogyakarta yang menangani,” katanya.

Menurut AKBP Surawan, pelaku terduga residivis. Ada informasi pelaku pernah terlibat kasus kejahatan pencurian dengan kekerasan di Surakarta, Jawa Tengah. Pelaku juga sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO), bahkan kuat diduga pelaku tunggal ini sering beraksi di wilayah Bantul dan Kota Yogyakarta.
Dikatakan Kapolres, sebelum akhirnya ditembak polisi, pelaku merampas barang berharga milik korban Esti Endarwati warga Pleret, Bantul di sekitar Jalan Raya Pleret Bantul.

Bahkan sebelum pelaku terungkap, tersangka dilaporkan telah melakukan kejahatan yang sama di wilayah Rejowinangun Yogyakarta, dengan sasaran seorang perempuan yang melewati jalanan yang sepi terutama pada saat jam pulang kerja.

Selain itu, diduga ada sekitar 30 lebih kasus Curas yang diduga melibatkan pelaku. Disebutkan Kapolres, di wilayah Pleret ada sedikitnya 14 kasus, kemudian di Banguntapan sekitar 10 kasus, dan di wilayah Kotagede Kota Yogyakarta. (ian/kontributor)

Redaktur: Rudi F


Berita Terkait

 





Baca Juga