Selasa, 02/12/2014 21:10 WIB | Dibaca: 23344 kali

Alih Fungsi Lahan di Sleman Menyebabkan Produksi Beras Menurun


Padi. Foto doc/jogjakartanews.com

SLEMAN – Kendati produksi beras petani di Kabupaten Sleman Tahun 2014 mengalami penurunan, namun masih tetap surplus beras. Penurunan tersebut disebabkan karena banyaknya alih fungsi lahan pertanian.

“Sejak tahun 2008 hingga tahun 2014 ini Kabupaten Sleman tetap Surplus beras meskipun ada penurunan sebesar 3,5 persen dari tahun 2013 karena pengaruh berubahnya fungsi lahan dari pertanian menjadi pemukiman,” ungkap Asisten Sekda Kabupaten Sleman Dra.Hj.Suyamsih.Mpd ketika membacakan sambutan tertulis Bupati Sleman, Sri Purnomo,  saat panen raya  padi Jenis Menur di Dusun Dukuh,Desa Sinduharjo,Kecamatan Ngaglik,Kabupaten Sleman, Selasa (02/12/2014) yang dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam IX (PAIX).

Dijelaskan Suyamsih, ketersedian pangan di Sleman juga cukup berlimpah. Para petani, kata dia, juga mengembangkan sumber pangan lokal seperti tanaman uwi,gembili, talas dan lain-lain.

“Bahkan dengan adanya surat ederan Bupati Sleman bahwa setiap rapat atau pertemuan di instansi pemerintah dan masyarakat untuk menggunakan suguhan berbahan pangan lokal, maka konsumsi bahan pangan lokal tersebut sekarangmeningkat drastis,” imbuhnya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi humas Pemda DIY.

Padi jenis menur yang dipanen di lahan seluas 20 hektar tersebut dikembangkan model tanan System Rice Intensification (SRI) tapak macan oleh Kelompok Tani Ngudi Rahayu.

Menurut Ketua Kelompok Tani ngudi Makmur, Dukuh, Drs.Tupan Santosa pola pengembangan tanam SRI dengan model legowo 4 x1 dan jumlah bibit 2-1, serta pemupukan berimbang Organik,Urea dan Phonska. Selain itu, pola tanamnya juga tidak sperti biasanya, yaitu  tanam ‘srondolan’ atau   setelah ditanami padi, tanam padi lagi,

“Biasanya  kan setelah padi ditanami polowijo, namun kali ini ditanam padi lagi jenis Menur ini, namun ternyata hasilnyapun luar biasa. Dari ubinan yang dilaksanakan hari ini  rata-rata mencapai 7,2 ton/hektar gabah kering, berarti lebih meningkat di bandingkan dengan penenan sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara PA IX menuturkan, pembangunan pertanian memegang peranan penting dalam pencapaian target produksi pangan, selain itu juga berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menampung tenaga kerja yang cukup besar.

“Sehingga pembangunan sektor pertanian sebagai strategi pembangunan bangsa harus mendapatkan dukungan bukan saja dari pemerintah tetapi juga dukungan dari sektor swasta,” tutur  PA IX

Meski diera tekhnologi canggih saat ini proses produksi dari kegiatan pertanian dapat dipercepat, namun PA IX mengingatkan agar para petani tetap menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya,

“Ketika memberantas hama gunakanlah cara aman dengan menggunakan obat-obatan alami agar tidak merusak struktur tanah pertanian itu sendiri,” imbau PA IX. (pr/ian)

Redaktur: Rudi F 


 



Terpopuler


Baca Juga