Jumat, 25/03/2016 21:18 WIB | Dibaca: 1636 kali

Longsor Kembali Melanda Banjarnegara, Ratusan Warga Diungsikan


BPBD Jateng bersama unsur relawan tanggap bencana mengamankan lokasi longsor di Banjarnegara. Foto: Syarifudin

BANJARNEGARA – Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) kembali siaga bencana tanah longsor. Ratusan warga Desa Clapar, Kecamatan Madukara,  terpaksa diungsikan akibat longsor yang terjadi hari ini, Jumat (25/03/2016). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, lebih dari 5 hektar tanah bergerak atau sejauh 1,2 km. Longsor terjadi setelah turun hujan sejak, Kamis (24/03/2016) petang sekitar pukul 19.00 Wib.  Longsor kembali terjadi pada Jumat (25/03/2016) dini hari pukul 01.30 Wib

“Setelah longsor kedua, beberapa warga mulai mengungsi. Gerakan longsor kembali terjadi pagi hari tadi (25/03/2016) Pukul 06.00 Wib. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Sarwa kepada wartawan, belum lama ini.

Dijelaskan Sarwa, dari data terakhir BPBD Jateng, longsor di Clapar menyebabkan Sembilan rumah rusak berat, Tiga rusak sedang , Dua rusak ringan, dan 29  terancam.

“Total warga yang mengungsi 158  jiwa. Lokasi Pengungsian ada di  beberapa rumah warga Desa Clapar lainnya yang aman dari longsor,  yakni  di RT 3, 4, 5 RW 1 dan di SD 2 Clapar,” imbuhnya.

Sarwa menambahkan, posko Aju darurat BPBD Banjarnegara telah dibuka di Desa CLapar.  BPBD Jateng juga telah meminta BPBD Kabupaten Cilacap,BPBD Banyumas, dan BPBD Purbalingga, serta BPBD Wonosobo untuk membantu penanganan bencana tanah longsor di Clapar. 

“Kami juga telah mengirimkan logistik ke posko Aju. Kami akan menjamin kebutuhan logistik untuk warga di pengungsian dan beberapa tenaga relawan dari  Tni, Polri, PMI, dan masyarakat saat kondisi darurat,” imbuhnya.

Sarwa  menghimbau agar  warga terus meningkatkan kewaspadaan karena dimungkinkan hujan masih turun. Longsor di Clapar menurut  Sarwa  adalah longsor slow respon, sehingga harus diwaspadai. Terlebih, kata dia, kontur tanah di kawasan tersebut labil sehingga rawan longsor.

“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk terus memantau lokasi,” tutupnya.

Pantauan kontributor jogjakartanews.com, sejak pagi hingga berita ini diturunkan, tim gabungan terdiri Kodim 0704/Banjarnegara, Polres Banjarnegara,Tim dari Kecamatan Madukara,  Banser, Tagana, PMI, Bela Negara, dan beberapa masyarakat sebanyak kurang lebih 200 personil membantu evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Para relawan membersihkan longsoran, membuka Dapur Umum, membuka posko pengungsian dan mengamankan area lokasi.  Kondisi saat ini listrik mati dan akses jalan utama kabupaten Banjarnegara -Pagentan melalui Madukara terputus total, sehingga jalur lalulintas dialihkan berputar melalui jalan utama Banjarnegara - Karangkobar. (kt4)

Redaktur: Syarifudin

 


 





Baca Juga