Jumat, 15/04/2016 17:26 WIB | Dibaca: 1050 kali

Nasionalisme Bisa Mendorong Peningkatan Kamtibmas di Kota Jogja


AKBP Saragih Menyampaikan Pemaparan Nasionalisme dalam pembentukan jaga warga Kota Jogja. Foto: Agung

YOGYAKARTA – Predikat Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia sekaligus kota toleran mencerminkan adanya kesadaran Nasionalisme warganya yang tinggi. Rasa nasionalisme tersebut sangat mendukung terhadap terwujudnya Kota Yogyakarta yang berhati nyaman.

“Nasionalisme adalah bentuk kecintaan kita terhadap bangsa dan Negara Indonesia. Jika masyarakat mencintai bangsa dan negaranya, maka kesadaran untuk taat hukum juga tinggi. Dengan taat hukum, tentu keamanan dan ketertiban masyarakat akan terbina,” tutur AKBP.GM. Saragih, Sik, saat menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan pembentukan Jaga Warga Kota Yogyakarta di Gedung Bimo Kompleks Kantor Wali Kota Yogyakarta, Jumat (15/04/2016).

Dikatakan Saragih, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kota Yogyakarta relatif kondusif. Meski demikian, kata dia, masih perlu lebih ditingkatkan upaya agar angka kriminalitas di Kota Yogyakarta bisa terus ditekan.

“Dengan dibentuknya jaga warga Kota Yogyakarta ini, tentu akan semakin menambah kenyamanan dan keamanan kota Yogyakarta. Dengan demikian kunjungan wisatawan akan meningkat dan meningkatkan ekonomi warganya. Jaga Warga juga nantinya akan sangat membantu tugas-tugas kami di kepolisian,” imbuhnya.

Sekadar informasi, peserta dalam kegiatan koordinasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah guna pembentukan Jaga Warga Kota Yogyakarta tersebut dihadiri perwakilan seluruh kelurahan di Kecamatan Umbulharjo. Kegiatan pembentukan Jaga Warga difasilitasi Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogyakarta. Jaga warga dibentuk sebagai tindak lanjut dari Peraturan Gubernur DIY No 9 Tahun 2015 tentang Jaga Warga. (kt1)

Redaktur: Agung


 



Terpopuler


Baca Juga