Sabtu, 23/07/2016 15:59 WIB | Dibaca: 1700 kali

Ketua HIMPAUDI Kalasan Belajar Sistem Pembelajaran PAUD ke New Zealand


Ketua HIMPAUDI Kalasan, Sleman, Ismuningsih, MA. Foto: Fefin

YOGYAKARTA – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Sleman, Khususnya pengurus HIMPAUDI Kecamatan Kalasan, terus meningkatkan kualitas serta kompetensi tenaga pendidik. Bahkan, untuk mempelajari sistem pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang lebih baik, Ketua Himpaudi Kecamatan Kalasan, Ismuningsih, MA yang belum lama ini meraih juara Nasional Kompetisi Pendidik PAUD se Indonesia, akan diberangkatkan ke New Zealand dan Finlandia.

“Alhamdulillah saya akan diberangkatkan ke New Zealand 16 Agustus nanti, kemungkinan juga ke Finlandia selama beberapa bulan. Saya akan belajar bagaimana system pendidikan di sana. Nanti  Insya Allah saya akan berbagi dengan para pendidik di HIMPAUDI Kalasan, agar mudah-mudahan ke depan lebih baik,” tutur Ismuningsih saat acara halal bi halal Himpaudi Kecamatan Kalasan di Lingkungan Pembina Satuan PAUD Sejenis (SPS) Harapan Bunda, Dukuh Dhuri, Tirtomatrani, Kalasan, Sabtu (23/07/2016), siang.

Dikatakan Muning, sapaan Ismuningsih, HIMPAUDI terus berupaya meningkatkan kemampuan pendidik dengan berbagai pelatihan-pelatihan serta pembekalan. Selain itu, HIMPAUDI juga terus berjuang agar status pendidik PAUD bisa setara dengan pendidik formal.

Dalam kesempatan tersebut Muning  mengapresiasi para pendidik PAUD di Kecamatan Kalasan yang terus berjuang meski dari sisi kesejahteraan belum terjamin.

“Meskipun kita belum mendapat jaminan, namun mari kita tunjukkan ke depan akan terus berusaha lebih baik dan professional,” tukas Muning disambut tepuk tangan sekitar seratus pendidik PAUD dan tamu undangan yang hadir.

Menurut Muning, antusiasme masyarakat Kalasan untuk menyekolahkan anaknya di PAUD  pada tahun ajaran baru 2016 ini cukup meningkat. Hal itu juga ditandai dengan bertambahnya jumlah pendidik, meski ada juga pendidik yang mengundurkan diri dan memilih bekerja professional di luar lembaga pendidikan.

“Itulah suka dukanya pendidik non formal. Saya berharap semangat dan perjuangan para pendidik PAUD di Kecamatan Kalasan ini tidak akan pudar,” pungkas magister Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Dalam kesempatan yang sama, Penilik PAUD, TPA, dan KB Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman, Jainudin Walid, S.Pd mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dikpora mendorong HIMPAUDI untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidik PAUD di Sleman.

“Pemerintah tidak tinggal diam, ia membuat aturan. Kalau mau jadi pendidik harus mempunyai kompetensi,” ujarnya.

Selain itu, menurut Jainudin, peningkatan kesejahteraan pendidik PAUD juga terus diupayakan pemerintah. Diantaranya, dengan mengupayakan Bantuan Operasional Sekolah (BOP) dan pembaharuan-pembaharuan regulasi (peraturan) terkait pendidikan Non Formal.

“Tentu saja aturan kita buat tidak bertentangan dengan aturan umum yang berlaku,” pungkasnya.

Sekadar informasi, acara halal bi halal dihadiri Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Kecamatan Kalasan, Gunardi,SIP; Kepala Desa Tiromartani, Danang Kristiawan, ST; Para sesepuh Padukuhan Dhuri, dan Para Pembina SPS Harapan Bunda. Acara diselingi pentas musik organ tunggal yang dibawakan oleh pendidik PAUD Nusa Indah Karang Kalasan, Zubaidah alias Jujuk Sagita. Setelah bersalam-salaman, acara ditutup dengan tausiyah dan doa oleh pengelola SPS Harapan Bunda, Dra. Hj. Siti Nurdiyati, M.Pd.I    (jn1)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 





Baca Juga