Sandar di Mamuju, Kapal Perang KRI BAC 593 Berubah Menjadi Wisata Bahari


KRI Banda Aceh 593 yang sandar di dermaga TNI AL Mamuju menjadi tempat wisata warga. Foto:doc.Kolinlamil

MAMUJU  - KRI Banda Aceh 593 salah satu kapal andalan TNI Angkatan Laut jenis kapal perang “Landing Platform Dock” (LPD) menjadi pusat perhatian masyarakat Mamuju provinsi Sulawesi Barat.

Kapal yang dalam pembinaannya berada di jajaran Komando Utama Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) tersebut memasuki hari kedua sandar di dermaga TNI AL Mamuju.

Menurut komandan KRI Banda Aceh 593 Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto, Keberadaan KRI Banda Aceh 593 di wilayah tersebut adalah melaksanakan operasi untuk mendukung peresmian Pangkalan Angkatan Laut yang baru di wilayah Sulawesi Barat yaitu Pangkalan Angkatan Laut Mamuju (Lanal Mamuju).

“Nantinya operasinal Lanal ini berada di bawah pembinaan Pangkalan Angkatan Laut VI Makassar,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin (30/10/2017).

Dikatakan Whisnu, selama keberadaan KRI Banda Aceh 593 berada di dermaga TNI AL Mamuju, akan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat setempat untuk datang  melihat dari dekat dan menaiki kapal.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh masyarakat lokal mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, mereka antusian naik ke KRI. Dari mereka tak hanya sedikit dari pengunjung yang bertanya banyak tentang apa yang mereka lihat kapal. Juga banyak pengunjung yang mengabadikan kunjunganya dengan berfoto bersama prajurit KRI dan berfoto selfi.

“KRI BAC 593 selama dua hari ini telah menjadi objek wisata bahari masyarakat setempat. Kedatangan mereka disambut dengan baik oleh prajurit KRI,” jelas Whisnu.

Diinformasikan Whisnu, KRI Banda Aceh 593 adalah sebuah kapal perang baru produksi dalam nergeri/karya anak bangsa yang dibangun di galangan Kapal PT PAL Surabaya.

Kapal ini diproyeksikan untuk mengangkut pergeseran personel/pasukan dan material tempur serta logistik lainnya ke daerah operasi sesuai direktif/perintah dari komando atas. Dan bahkan pada saat terjadi bencana alam di daerah tertentu di wilayah NKRI kapal ini dapat dikerahkan untuk memberi bantuan mengangkut logistik dan bantuan evakuasi.

Kapal ini memiliki spesifikasi ukuran panjang 125 meter dan lebar 22,004 meter. Berat kapal mencapai 7.286 ton dan memiliki kecepatan maksimum 15 knot dengan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

“Kapal ini mampu menampung 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, dan mengangkut 20 Tank serta dilengkapi 3 unit meriam kaliber 20 mili meter dan 40 mili meter,” tutupnya. (klm)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga