Senin, 13/11/2017 08:03 WIB | Dibaca: 383 kali

Prabowo Subianto Hadiri Deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh


Prabowo Subianto menghadiri deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh. Foto: Ja'faruddin. AS

SLEMAN – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), H. Prabowo Subianto menghadiri deklarasi Gerakan Indonesia Slahat Subuh (GISS) di Masjid Kristal Khadija, Jl. Raya Tajem, Km. 2 Panjen, Widomartani, Ngemplak, Sleman, DIY, Senin (13/11/2017) dini hari.

Selain Prabowo Subianto, sejumlah ulama dan tokoh nasional juga hadir dalam acara tersebut. Antara lain, KH. Muhammad Al Khaththath yang sekaligus Koordinator Nasional GISS, Prof.Dr. Amien Rais, Jenderal TNI (Purn) Joko Santoso, KH Muhammad Maksum (Pimpinan Ponpes Al-Islah, Bondowoso), La Nyalla Mahmud Matalitti, dan Eggy Sudjana.

Menurut Al Khaththath deklarasi GISS di Yogyakarta adalah yang pertama kalinya sebelum dilanjutkan ke daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Menurutnya, ide GISS justru tercetus dari paranormal kondang, Ki Joko Bodo yang pernah sama-sama ditahan di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, atas tuduhan Makar paska aksi Bela Islam 212 (2 Desember 2016) yang lalu. Menurutnya, Ki Joko Bodo saat ini sudah bertaubat,

“Sekarang Ki Joko Bodo alhamdulillah sudah shalat. Ki Joko Bodo menyarankan kepada saya agar memimpin gerakan shalat subuh berjama’ah untuk menyadarkan ummat. Saya kira itu pesan yang sangat baik meski disampaikan Ki Joko Bodo,” katanya.

Dengan melakukan gerakan Shalat subuh berjama’ah, kata Al Khaththath, segala problem umat dan bangsa yang dihadapi Indonesia saat ini, akan mampu diatasi dengan pertolongan Allah SWT.

“Dengan gerakan shalat subuh berjama’ah di masjid, in syaa Allah, janji Allah akan hidup yang berkah, aman, dan sentausa akan terwujud. Ini mudah-mudahan sama dengan yang dicita-citakan pak Prabowo yang disebut Gerakan Indonesia Raya,” kata Al Khaththath.

Dikatakan Al Khaththath, salah satu persoalan bangsa Indonesia saat ini adalah kurangnya pemimpin yang shalih.

“Mudah-mudahan, nanti kita akan mendapatkan pemimpin yang shalih,” imbuhnya diamini ratusan jama’ah yang hadir.

Dijelaskan Al Khaththath, ada tiga hal yang menjadi poin utama deklarasi GISS. Yaitu pertama, senantiasa istiqomah datang ke masjid di waktu subuh untuk Shalat Subuh berjama’ah.

Kedua, senantiasa mengajak anggota keluarga, tetangga, kawan-kawan untuk datang ke masjid di waktu subuh untuk shalat subuh berjama’ah.

Ketiga senantiasa mengajak anggota keluarga, tetangga, dan kawan-kawan untuk mendukung GISS di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demi terwujudnya kebangkitan umat yang ditandai dengan jumlah jama’ah shalat subuh  di seluruh masjid seperti jama’ah shalat Jum’at pada tahun 2020.

Sementara Prof. Dr. Amin Rais dalam tausiyahnya mengatakan, saat ini perpecahan ummat luar biasa, sehingga jama’ah diminta waspada. Menurutnya, shalat subuh berjama’ah adalah salah satu sarana untuk menyatukan ummat. Mantan Ketua MPR RI ini menegaskan hanya dengan persatuan, maka segala persoalan bisa diatasi dan kedaulatan akan tercipta,

“Saudara-saudara, menurut pengamatan saya, saat ini Indonesia sedang dalam keadaan lumayan kritis. Dalam rentang sejarah, ini yang paling kritis. Sekarang kalau kita ditanya, apakah Indonesia masih memiliki kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik, kedaulatan militer, kedaulatan nasional lainnya? Saya kira jawabannya kita sudah terlepas,” ujar tokoh  reformasi 98 ini.

Dalam forum tersebut, Amien Rais mengatakan untuk persoalan bangsa, Prabowo Subianto lebih fasih menjelaskan. Namun ia menginformasikan, Prabowo yang sedianya akan menyampaikan kuliah kebangsaan memperingati hari pahlawan usai shalat Subuh berjama’ah, diundur dan dipindah tempat di SD Budi Mulia 2.

“Pak Prabowo nanti akan menyampaikan semacam kuliah kebangsaan di SD Budi Mulia Dua. Kalau mau ikut silakan, tapi tempatnya penuh,” ujarnya.

Sementara kontak person panitia, Imam W saat dikonfirmasi kapan Prabowo pagi ini menyampaikan kuliah kebangsaan di SD Budimulia Dua, dia menyatakan acara tersebut tertutup untuk media,

“Tertutup, Pak,” jawabnya singkat melalui pesan whats apps.

Acara shalat subuh berjama'ah ditutup dengan pembacaan deklarasi oleh Koordinator Nasional GISS KH. Muhammad Al Khaththath diikuti jama'ah yang hadir. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 





Baca Juga