Jumat, 17/11/2017 19:17 WIB | Dibaca: 402 kali

Dandim 0734 Yogyakarta Beri Pembekalan Wasbang Siswa Buddha


Dandim 0734/Yogyakarta saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada siswa sekolah Buddha. Foto: Ist

SLEMAN - Kondisi wawasan kebangsaan Indonesia saat ini, khususnya tentang bela negara sangat memprihatinkan. Diera globalisasi semakin banyaknya ancaman multi dimensi yang tidak terlihat, sehingga harus menjadi perhatian generasi muda penerus bangsa.

Hal itu disampaikan Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi Firmansyah, S.E., M.M, saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada 45 pelajar Sekolah Minggu Agama Buddha se-Diy di Hotel Galuh Jl. Manisrenggo km. 1, Tlogo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Kemarin (16/11/2017).

“Oleh sebab itu kepada generasi muda khususnya para pelajar perlu diingatkan dan ditanamkan kembali tentang wawasan kebangsaan dan bela negara sejak dini. Hal itu penting, mengingat generasi muda yang akan melanjutkan estafet  kepemimpinan bangsa Indonesia,” kata Rudi Firmansyah.

Menurutnya, rasa dan semangat kebangsaan merupakan wujud dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad untuk menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani negara-negara lain di dunia. Semangat tersebut, kata dia,  akan menjadikan generasi muda sebagai legenda yang akan menjadi pioner untuk menjadi motivator bangsa.

“Hal ini harus benar-benar dilandasi semangat kebersamaan, senasib dan sepenanggungan. Demi katangguhan ketangguhan bangsa dalam menghadapi ancaman,”ungkap  Rudi Firmansyah.

Dikatakan Rudi Firmansyah, yang ang terjadi saat ini dan harus diwaspadai oleh generasi muda adalah adanya proxy war yang sudah menyerang Indonesia dengan sasaranya adalah generasi muda.

Proxy war,  adalah perang gaya baru yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nasionalisme dan patriotisme untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi Firmansyan, S.E., M.M. (kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga