Selambatnya Hari Ini Sultan Minta Bupati dan Wali Kota Keluarkan SK Siaga Darurat Bencana


Sri Sultan HB X meninjau langsung lokasi bencana banjir di Gunungkidul. Foto: ist

YOGYAKARTA – Setelah memberi pernyataan status Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Siaga darurat Bencana, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Bupati dan Wali Kota di lima Kabupaten dan Kota mengeluarkan Surat Keputusan (SK) sebagai tindak lanjut, selambatnya hari ini, Kamis (30/11/2017).

“Agar dana tidak terduga bisa digunakan untuk memperbaiki dan menolong masyarakat terdampak,” tutur  Sri Sultan saat meninjau lokasi bencana banjir di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, beserta rombongan kemarin (29/11/2017).

Lokasi pertama yang di kunjungi Sri Sultan yaitu jembatan Nambangan yang berada di Sungai Opak, menggunakan perahu karet. Jembatan penghubung dua desa yakni Seloharjo dan Srihardono Pundong Bantul  tersebut terputus oleh terjangan banjir.

Selanjutnya Sri Sultan beserta rombongan mendatangi Balai Desa Kebonagung Imogiri dan disambut langsung oleh Bupati Bantul, Suharsono.

Sri Sultan berjalan kaki meninjau lokasi pengungsian di gedung olahraga Kebonagung, yang berjarak sekitar 50 meter dari Balai Desa Kebonagung. Setelah selesai mengunjungi posko pengungsian, Sri Sultan menghimbau kepada Bupati Bantul untuk segera mengeluarkan surat edaran sebagai dasar Bupati untuk menyerahkan bantuan.

Setelah selesai meninjau posko banjir di Kebonagung, Sultan HB X beserta rombongan langsung menuju Desa Rejosari, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, yang menjadi salah satu titik banjir terparah di Gunungkidul.

Sultan disambut oleh Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah,S.Sos kemudian langsung menuju lokasi banjir di SMKN 1 Tanjungsari. Luapan air di area ini mencapai ketinggian hingga 1,5 - 2 meter. Sri Sultan meninjau lokasi banjir dengan menggunakan perahu karet sejauh 300 meter, untuk melihat langsung area yang terkena banjir.

Banjir yang melanda Desa Rejosari diduga karena tiga lokasi penampungan air meluap, dan selain itu disebabkan oleh tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Aktivitas belajar mengajar di dua sekolah lokasi banjir sementara diliburkan. (Kt1)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga