Hari Anti Korupsi Sedunia: Korps HMI Wati Cabang Yogyakarta Mengajak Kaum Perempuan Melawan Korupsi


Panggung Bebas "Perempuan Melawan Korupsi". Foto: Latif

YOGYAKARTA - Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional jatuh setiap tanggal 9 Desember disetiap tahunnya

Kali ini Korps HMI-Wati Cabang Yogyakarta mengkampanyekan Perempun melawan korupsi dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di depan monumen serangan Umum 1 maret, Jl. 0 km Yogyakarta, senin, (11/12/2017)
 
"secara pribadi saya mengapresiasi atas kebangkitan kesadran perempuan di HMI." kata Lusia Ega, Ketua Korps HMI-Wati, kepada wartawan Jogjakartanews.com
 
Beberapa nama perempuan turut diseret-seret dalam tindak pidana korupsi seperti; Siti Mashita (Wali Kota Tegal), Vonnie Anneke Panambunan (Bupati Minahasa), Ratu Atut Chosiyah (Gubernur Banten), Atty Suharti (Wali Kota Cimahi), Sri Hartini (Bupati Klaten), dan Rita Widyasari (Bupati Kukar)
 
Berkaitan nama-nama perempuan yang tersandung kasus korupsi, pasalnya acara panggung bebas mengangkat tema "Perempuan Melawan Korupsi" dan digelar besama dengan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK)
 
"kami berseru dan mengajak kepada seluruh perempuan untuk bersama-sama melawan korupsi." lanjutnya
 
Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan dan pengkhianatan yang menciderai sisi kemanusiaan
 
Oleh karena itu, pihaknya ingin mendukung pemerintah untuk melawan korupsi
 
"Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki kewajiban merawat kemanusiaan dan terlibat dalam pembangunan nasional."
 
Selain itu kami dengan tegas menyatakan sikap dan menyerukan pada seluruh perempuan di Indonesia bahwasanya kami;
 
Kami perempuan Indonesia tidak akan membiarkan kegiatan korupsi terjadi pada diri sendiri, keluarga , dan masyarakat sekitar.
Kami perempuan Indonesia akan melaporkan kepada yang berwajib terhadap tindak pidana korupsi sekecil apapun.
Kami perempuan Indonesia dengan tegas menuntut kepada pemerintah untuk lebih aktif, teliti, dan dinamis dalam menangani kasus korupsi.
Kami perempuan Indonesia akan selalu bergerak untuk menjadikan Indonesia yang bebas dari korupsi.
Kami perempuan Indonesia secara sadar akan menjiwai semangat pahlawan dan terus menuntut ilmu demi mencerdaskan kehidupan bangsa. (san)
 
Redaktur: Abdul Latif S

 





Baca Juga