Jumat, 30/03/2018 22:54 WIB | Dibaca: 262 kali

Dandim Yogyakarta: TMMD Implementasi Sumpah Prajurit


Nampak Ibu-Ibu rumah tangga bergotong-royong dengan satgas TMMD memngerjakan bangunan talud. Foto: ist

YOGYAKARTA – Berbeda dengan kebanyakan masyarakat yang bersantai menhabiskan hari libur panjang pekan ini, warga Kampung  Gambiran Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta justru berbarur dengan para prajurit kodim 0734/Yogyakarta, mengerjakan pembangunan talud di pinggir Sungai Gajah Wong, Jumat (30/03/2018).

Ya, ternyata mereka tengah mengerjakan proyek fisik yang telah diprogramkan dalam TNI Manunggal Membangun Desa Reguler ke-101 tahun 2018.

Menariknya, tak hanya kaum laki-laki, bahkan nampak kaum perempuan yang rata-rata berusia paruh baya terlibat dalam pembangunan talud. Kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam kegiatan TMMD benar-benar taka da sekat dan jarak,

Komandan Kodim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Rudi Firmansyah, mengungkapkan, kegiatan TMMD Reguler ke 101 di samping untuk memupuk dan mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, juga sebagai wujud nyata dari implementasi Sumpah Prajurit,

“Anggota TNI dituntut untuk peka dan tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi rakyat serta bertindak cepat dan tepat untuk mengatasinya,” ungkapnya usai memberikan arahan kepada Satgas TMMD yang bertugas.

Letkol Rudi sangat mengapresiasi masyarakat yang antusias bersama aparat TNI dalam membangun sarana umum yang manfaatnya akan dirasakan bersama. Hal itu menurutnya merupakan bentuk kesadaran bersama akan pentingnya gotong-royong dalam mewujudkan kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat,

“Saya benar-benar mengapresiasi warga Gambiran dan anggota Satgas TMMD dimana setiap hari bekerja dengan maksimal, menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan TMMD,” ungkap Lekol Inf Rudy Firmansyah, S.E, M.M.

Sertu Maryono, Anggota  Satgas TMMD bagian Pertukangan yang hampir di setiap hari ikut karya bhakti di lokasi TMMD, mengatakan tugas menjalankan pembangunan fisik dalam TMMD adalah panggilan jiwa sebagai seorang prajurit TNI. Menurutnya, taka da harapan lain kecuali agar hasil dari TMMD benar-benar memiliki nilai guna yang strategis dan ekonomis bagi warga di Gambiran.

“Tapi saya yakin apa yang kami kerjakan ini akan sangat berguna bagi masyarakat. Saya rasa azas manfaat itu benar-benar tidak terbantahkan, karena salah satu sasaran fisiknya adalah pembangunan Talud dan RTLH,” ucapnya.

Sementara, Ketua PKK Kelurahan Gambiran, Sulastri mengatakan, sebagai wujud terimakasih masyarakat atas bantuan dari program TMMD, warga dengan saling bahu membahu mengangkut material dan membantu pembuatan talud dengan bronjong di Bantaran Sungai Gajah Wong. Menurutnya, tak hanya kaum pria yang terjun, namun kaum perempuan juga tak sedikit yang turun tangan dalam proses pembangunan talud,

“Emansipasi wanita pada saat ini benar- benar bisa kita lihat dan terbukti dalam program TMMD ini. Perempuan yang awalnya hanya sebagai pengurus rumah tangga, di zaman yang serba sulit seperti sekarang ini ternyata juga bisa menjadi tulang punggung keluarga, yang terkadang bisa memikul beban hidup dan tanggung jawab keluarga. Namun di sisi lain juga memiliki kepedulian sosial untuk bekerja bakti dalam pembangunan yang cukup berat ini,” papar Sulastri.

Hal senada diungkapkan Warga Kampung Gambiran, Sudiyono yang rumahnya menjadi salah satu sasaran program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Menurutnya, TMMD memberikan contoh yang nyata kepada masyarakat betapa TNI juga memiliki peran penting dalam membantu kesejahteraan masyarakat,

“Mungkin jika tanpa program TMMD, entah kapan rumah saya bisa direnovasi dengan baik dan dalam waktu yang cepat seperti ini. Terimakasih untuk bapak-bapak tantara dari Kodim Yogyakarta,” pungkasnya. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

 


 



Terpopuler


Baca Juga