Rabu, 11/04/2018 20:18 WIB | Dibaca: 104 kali

Korem 072 Latihan Posko Penanggulangan Bencana di Kodim Temanggung


Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Muhammad Zammroni memberikan arahan dalam pelatihan posko penanggulangan bencana di Kodim 0706/Temanggung. Foto: ist

TEMANGGUNG ­- Korem 072/Pamungkas Yogyakarta melaksanakan latihan posko penanggulangan bencana di Kodim 0706/Temanggung, belum lama ini.

Komandan Resort Militer (Danrem) 072/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI Muhammad Zamroni mengungkapkan, latihan digelar bertujuan untuk meningkatkan respon setiap Kodim ketika menanggulangi akibat bencana di wilayahnya masing-masing. Perkembangan lingkungan yang sarat dengan perubahan cepat dan signifikan, kata Danrem, perlu diwaspadai,

“Kodim merupakan satuan kewilayahan yang bertugas untuk melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat yang dikenal dengan kegiatan pembinaan wilayah atau teritorial. Karena itulah jajaran Kodim dituntut untuk memiliki kemampuan yang handal dan selalu tanggap dalam mengantisipasi perkembangan situasi yang terjadi di wilayah, seperti bencana alam banjir, tanah longsor, gempa bumi dan lain sebagainya,” tuturnya.

Kemudian dalam mewujudkan hal tersebut, imbuh Danrem, diperlukan pula kerjasama antar pihak terkait.

“Sinergitas TNI dengan berbagai instansi dan semua komponen masyarakat sangatlah penting dalam rangka penanggulangan bencana alam. Dengan latihan ini diharapkan pula dapat meningkatkan sinergitas dan menciptakan situasi kondusif saat kegiatan penanggulangan bencana alam di wilayah jajaran Korem 072/Pamungkas,” katanya.

Danrem mengungkapkan, latihan posko mengambil tema 'Kodim bersama seluruh komponen bangsa membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan dalam rangka Operasi Militer Selain Perang'.

Menurut Danrem, pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan karena tema tersebut ditentukan mengingat tugas pokok dan tugas-tugas TNI yang diatur dalam undang-undang, serta didasari kemungkinan terjadinya bencana alam yang bisa terulang di kemudian hari. Bencana itu, kata Danrem, bisa diakibatkan oleh faktor alam atau faktor non alam, maupun faktor manusia,

“Sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapenrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Mayor Caj Syamsul Ma’arif menambahkan, pelaksanaan latihan tersebut dilakukan mengingat perkembangan situasi di wilayah yang diakibatkan oleh adanya perubahan cuaca dan fenomena alam secara ekstrim di beberapa wilayah Indonesia, termasuk wilayah DIY dan Jawa Tengah yang rentan akan bencana.

"Oleh karena itu perlu kesiapsiagaan dari aparat Satkowil, khususnya di Kodim-Kodim dan personel Staf Kodim agar senantiasa profesional, tanggap dan handal dalam membantu menanggulangi akibat bencana alam. Seperti pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan yang mungkin bisa terjadi di wilayahnya," tambahnya.

Dinformasikan Kapenrem, latihan gladi posko dalam penanggulangan bencana alam akan digelar selama tiga hari kedepan, mulai 10 April hingga 12 April 2018 mendatang di Makodim 0706/Temanggung. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga