Antisipasi ISIS Dibeber Dalam Sinau Pancasila di Ujung Selatan NKRI Wilayah DIY


Kegiatan Sinau Pancasila dan Bela Negara yang diselenggarakan Kesbangpol DIY di Kecamatan Girisobo, Gunungkidul. Foto: Fafa

GUNUNGKIDUL - Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang merupakan program Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY)  melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dilaksanakan di wilayah paling Ujung Selatan Kabupaten Gunungkidul, yaitu di Kecamatan Girisobo, Kamis (23/08/2018).

Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Girisobo, tersebut hadir sebagai pembicara antara lain Ketua Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara (PSPBN), Dr. Badrun Alaena, M.Si; Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Sukirman, S.Pd dan Danramil Rongkop Kapt. Inf. Rohmadi.

Dalam pemaparannya, Badrun mengingatkan kepada peserta terkait bahaya ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila, seperti ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau negara Islam Irak dan Suriah. Menurutnya, upaya ISIS menyebarkan ideologinya adalah dengan menghancurkan simbol-simbol dan budaya yang mencerminkan bangsa yang akan dihancurkannya,

"Di Suriah danIrak , simbol-simbol negara dihancurkan, itu agar generasi mudanya tidak melihat dan tidak mengetahui lagi sejarah bangsanya, termasuk ideologinya. Dengan demikian ideologi ISIS bisa disebarluaskan dan ditumbuh suburkan," bebernya.

Dijelaskan Badrun, gerakan seperti ISIS sudah masuk ke Indonesia. Menurutnya, indikasi tersebut bisa dilihat dari masih adanya sekolah-sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera, bahkan mengharamkannya,

"Ini sangat disayangkan. Ketika masih ada yang beranggapan hormat bendera berkaitan dengan aqidah, padahal tidak ada kaitannya sama sekali. Kalau generasi muda atau generasi milenial dijauhkan dari Merah Putih, dijauhkan dari Pancasila, maka ideologi mereka yang akan masuk dan itu sangat berbahaya. Saya minta pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan tegas menyikapi hal ini," pinta Badrun yang pernah melakukan studi langsung ke Timur Tengah, termasuk Suriah ini.

Badrun menegaskan, dengan pemantapan empat konsesus bernegara, yaitu Pancasila, Bhinneka tunggal Ika, UUD 45 dan NKRI, maka paham atau ideologi yang hendak merongrong bangsa Indonesia akan terantisipasi,

“Oleh karenanya, Sinau Pancasila dan Bela Negara yang diselenggarakan Kesbangpol DIY ini sangat tepat dilaksanakan di Girisobo, dimana wilayah ini merupakan wilayah terujung DIY sekaligus NKRI  yang berdekatan dengan Australia ini. Girisobo bisa disebut benteng pertahanan wilayah NKRI,” imbuhnya.

Sementara itu, Sukirman menandaskan, alas an komisi A mendorong kegiatan Sinau Pancasola dan belanegara adalah adanya keprihatinan adanya fenomena banyak masyarakat tidak lagi hafal Pancasila apalagi mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Pada zaman sebelum reformasi, masyarakat sangat hafal dengan Pancasila, jaman milenial ini tidak lagi, itulah yang membuat komisi A DPRD mendorong terlaksanakannya kegiatan Sinau Pancasila dan Bela Negara oleh Kesbangpol DIY ini," tandasnya.

Sukirman menjelaskan, empat konsensus bernegara yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45 dan NKRI diibaratkan soko guru dari bangunan Jogjlo (rumah tradisional Jawa), dimana apabila salah satunya rapuh, maka bangunan akan doyong dan lama-lama roboh. Selain itu, ia menekankan bahwa Pancasila tidak bisa digantikan dengan paham atau ideologi apapun,


"Pancasila memiliki hukum yang mengikat sebagai dasar negara Indonesia yang tidak bisa ditawar lagi sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 45. Substansi Pancasila, kita tidak mengacu kepada paham libealisme, komunisme, maupun sosialisme seperti negara barat. Meski ada kesamaan tapi banyak perbedaan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Danramil Rongkop, Kapt. Inf Rohmadi menyampaikan materi tentang Bela Negara. Ia menjelaskan terkait kewajiban semua anak bangsa Indonesia membela negaranya tertuang dalam UUD 45 pasal 30,

“Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usahan bela negara. Jadi tidak hanya tugas TNi Polri saja tapi seluruh masyarakat Indonesia untuk mempertahankan dan membela negaranya,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Camat Girisobo, Sukamto, S.,IP mengungkapkan acara ini penting bagi masyarakat Girisobo sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang baru merayakan HUT  kemerdekaannya ke 73.

“Ini sebagai komitmen kita bersama sebagai bangsa Indonesia. NKRI harga mati yang tidak boleh dipisah-pisahkan dan tidak boleh dinodia oleh hal-hal yang mengancam Pancasila dan bhinneka Tinggal Ika. Arah tujuan pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan inidiharapkan akan membawa kepada kesejahteraan masyarakat di Pojok bagian DIY ini,” harapnya.

Acara yang diikuti perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pelajar tersebut juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Girisobo, yakni Danpos Girisobo, Kapolsek Girisobo dan segenap jajaran. (rd)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga