Sabtu, 23/03/2019 02:59 WIB | Dibaca: 325 kali

Ini Solusi Sri Sultan Atasi Banjir di Bantul


Warga dan babinsa bergotongroyong menyedot air banjir yang menggenangi jalan di Bantul. Foto: ist

BANTUL - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menilai rehab tanggul sungai bukan solusi yang tepat untuk mengatasi banjir. Menurutnya, solusi untuk mengatasi persoalan banjir, lebih efektif dengan membuat embung atau saluran irigasi,

“Bikinkan embung seperti Embung Tambakboyo, Sleman, atau Embung Sriten, Gunung Kidul supaya air yang mengalir ke sini bisa berkurang. Jadi jangan hanya mengusulkan rehab, rehab, dan rehab tanggul saja jika di kemudian hari akhirnya rusak dan setiap tahun pasti begini,” tutur Sri Sultan, saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Jumat (22/03/2019) pagi.

Untuk mengantisipasi banjir dimasa mendatang, Sri Sultan juga menilai pengalihan aliran Sungai Opak dan Oya perlu dilakukan,

“Silakan tentukan posisi yang tepat untuk nyodet (membuat sodet) Sungai Opak dan Sungai Oya. Proses ini harus cepat selesai. Jika seumpama alokasi dana APBD harus menunggu hingga tahun depan, kalau bisa selesai sekarang, udah, buka dana taktis Gubernur saja,” ujarnya.

Sri Sultan juga mengijinkan embung dibangun di atas tanah Sultan Ground. Namun demikian, lokasi pembangunan tersebut masih perlu dikaji dan ditinjau ulang,

”Ya nanti kita lihat lagi lokasi Sultan Ground ada di mana,” jelasnya.

Dijelaskan Sri Sultan, selain bisa menanggulangi banjir embung juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sri Sultan berharap hal tersebut dapat segera direalisasikan agar permasalahan tahunan ini segera mendapat solusi.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan meminta instansi terkait untuk segera mengatasi dampak banjir dengan cepat,

“Bila sekiranya ada perbaikan, berarti sekiranya ada penyesuaian pada anggaran-anggarannya,” pintanya.

Beberapa lokasi yang dikunjungi Sri Sultan anatara lain Dusun Gejayan, Desa Girirejo yang terkena luapan air Sungai Celeng. Kemudian, ke Dusun Kedungmiri, Desa Sriharjo yang terkena luapan Sungai Oya yang memutuskan jalan kampung Kedunggiri-Wunut dan sempat mengisolasi akses warga.

Terakhir, Sri Sultan mengunjungi SD Pundung yang dijadikan posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Diakhir kunjungan, Sri Sultan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga dan siswa korban banjir.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, menjelaskan langkah-langkah penanganan banjir yang telah dilakukan BPBD DIY,

“Antara lain pemenuhan kebutuhan dasar, operasi SAR longsor, perbaikan tanggul darurat pembersihan longsor, penyediaan air bersih, antisipasi penyakit menular, pembersihan lingkungan mandiri, perbaikan listrik, dan koordinasi lintas instansi,” ungkap biwara.   

Seperti diketahui, banjir di Kabupaten Bantul terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah DIY pada Minggu (17/03/2019) yang lalu. (kt2)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga