Selasa, 20/08/2019 14:39 WIB | Dibaca: 429 kali

KKN UIN Sunan Kalijaga Dorong Pengembangan Biogas di Dukuh Dhuri


Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga menggelar sosialisasi dan penyuluhan biogas kepada masyarakat Dukuh Dhuri. Foto: Fefin.

SLEMAN – KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mendorong pengembangan Biogas di Dukuh Dhuri, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

Koordinator kegiatan Mahasiswa KKN Tematik Biogas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Syifagesti Hukma mengatakan, Dukuh dhuri potensial untuk dikembangkan Biogas karena salah satu mata pencaharian yang cukup berpengaruh terhadap perekonomian di masyarakat Dhuri adalah peternak,

“Sebagian besar peternak di Dhuri memelihara sapi yang ditempatkan di sebuah kandang besar dan dikelola oleh kelompok ternak setempat,” katanya, belum lama ini.

Kendati tujuan dikelompokkannya sapi ke satu tempat agar terpusat dan memudahkan proses transaksi jual beli sapi, namun menurut Hukma, muncul permasalahan baru yaitu bau kotoran sapi yang menyengat sehingga cukup mengganggu kenyamanan masyarakat,

“Terlebih jika ada angin kencang yang mengarah ke pemukiman warga. Kotoran sapi pun bisa dihinggapi banyak lalat yang membuat kandang terkesan kotor dan dapat menimbulkan berbagai penyakit,” ujarnya.

Dikatakan Hukma, sebetulnya permasalahan bisa diminimalisir dengan mengolah limbah kotoran sapi yang semula kurang bermanfaat menjadi lebih optimal dengan dibuatnya menjadi biogas,

“Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan melalui proses fermentasi anaerob dari bahan-bahan organik dengan bantuan mikroba methanogenic. Metana hampir tidak berbau dan tidak terlihat di siang hari cerah,” tukasnya.

Ia menjelaskan,  adapun manfaat biogas diantaranya sebagai sumber energi pengganti kompor gas, untuk penerangan, dan generator listrik. Limbah sisa dari biogas pun masih bisa diolah lagi menjadi pupuk organik, pestisida, bahan pakan hewan, media budidaya hidroponik, dan budidaya jamur.

Sebagai langkah awal pengembangan Biogas di Dukuh Dhuri, kata Hukma, kelompoknya yang terdiri dari 10 orang telah melaksanakan pelaksanaan Sosialisasi dan Penyuluhan Biogas  di rumah Kepala Padukuhan Dhuri, Minggu (18/08/2019) kemarin. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan Pemateri dari dosen Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, DR. Maizer Said Nahdi, M.Si, dan LSM Pinbook A. Zulfahmi Muttaqien, ST.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh masyarakat Padukuhan Dhuri, yang terdiri dari jajaran lembaga di Padukuhan Dhuri, Kelompok Ternak Ngudi Raharjo, Kelompok Wanita Tani Ngudi Rejeki, dan Pemuda Dhuri,

“Kegiatan ini bertujuan menjembatani masyarakat dengan pihak terkait untuk belajar bersama dan berbagi pengalaman tentang pengelolaan reaktor biogas dan mengembangkan limbah sisa biogas. Karena di Padukuhan Dhuri sudah ada reaktor namun dalam pengelolaannya masih belum optimal,” jelas Hukma. 

Koordinator kelompok KKN, Fachri Al Faqih berharap, dengan KKN Tematik Biogas dari kelompoknya bisa menjadi pemantik masyarakat Dhuri dalam mengelola biogas dan memiliki komitmen yang lebih baik lagi,

“Kami berharap terjadi sinergi antara berbagi pihak, misalnya limbah kotoran hewan berkurang, gas yang dihasilkan dari biogas bisa digunakan untuk sumber energi, dan limbah biogas bisa digunakan sebagai pupuk cair, pupuk padat yang bisa menambah nilai perekonomian warga,” harap mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum ini.

Ia menambahkan, dalam KKN di Dukuh Dhuri yang dilaksanakan sejak 5 Juli hingga hari ini (20/08/2019), selain sosialisasi dan penyuluhan biogas, kelompoknya juga menggelar kegiatan sosial Cek Golongan Darah dan membantu pemuda padukuhan dalam kegiatan memeriahkan HUT RI ke 74. 

Sementara itu, Kepala Dukuh Dhuri, Riyanto Suhardono mengatakan, atas nama masyarakat Dhuri ia menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa KKN Tematik Biogas UIN Sunan Kalijaga,

“Dari kegiatan adik-adik KKN UIN Sunan Kalijaga ini bisa dijadikan sebagai sumber belajar mengenai biogas. Harapan dengan adanya KKN Tematik Biogas ini bisa menghidupkan kembali semangat untuk mengelola biogas. Semoga silaturahmi antara mahasiswa dengan masyarakat tetap terjaga, meskipun sudah tidak berkegiatan lagi di Padukuhan Dhuri,” pungkas Riyanto. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati.


 





Baca Juga