Kodim Yogyakarta Up Date Data Perlawanan Wilayah 2019, Babinsa Jadi Ujung Tombak


Dandim 0734/Yogyakarta Kolonel Arh Zaenudin saat menyampaikan arahan dalam sosialisasi menyusun data perlawanan wilayah. Foto:ist

YOGYAKARTA - Untuk mendapat data teritorial yang valid dan akurat terkait bidang Perlawanan Wilayah, Kodim 0734/Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Menghimpun, Menyusun dan Menginventarisasi Data Perlawanan Wilayah tahun 2019 di Aula Amarta Makodim 0734/Yogyakarta, Jln. AM. Sangaji No. 55 Yogyakarta, Senin (09/09/2019).

Dandim 0734/Yogyakarta Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M. Hum. mengatakan, kegiatan sosialisasi Kegiatan tersebut diikuti oleh Danramil dan Babinsa Kodim 0734. Menurutnya sosialisasi yang digelar merupakan program Bidang Teritorial, khususnya tentang pembinaan perlawanan wilayah yang dilaksanakan secara terukur dan terencana dengan tujuan untuk menjamin tersusunnya data di wilayah yang Up Date mencakup data Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW), Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB), Kondisi Sosial (Konsos) di wilayah Kodim 0734.

“Sesuai tema yang diambil yaitu “Melalui kegiatan menghimpun, menyusun dan inventarisasi data wanwil, kita optimalkan kualitas data wanwil yang valid dan lengkap serta akurat sebagai  bahan dalam rangka mewujudkan keserasian, keselarasan dan keterpaduan dalam pembangunan kepentingan kesejahteraan dan pertahanan Negara” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Zaenudin mengungkapkan, validitas data memiliki peran penting dalam menentukan langkah-langkah pembinaan guna mensukseskan pelaksanaan tugas pokok.

Adapun data wanwil yang perlu diinventarisi adalah data rencana tata ruang wilayah meliputi data Geografi (Luas, letak, jenis tanah, suhu, curah hujan), data Demografi (penduduk) dan data Konsos (Ipoleksosbudhan) serta mencakup sumber daya alam dan buatan. Hal itu menurutnya penting untuk menentukan daerah strategis yang digunakan untuk daerah tempur, pengembangan daerah belakang, daerah pangkal perlawanan,

“Ini guna mempersiapkan potensi Nasional menjadi kekuatan pertahanan yang disiapkan sejak dini beserta kekuatan pendukungnya khususnya di wilayah Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Dikatakan Zaenudin, keberhasilan dalam menghimpun, menyusun dan menginvetarisasi data Wanwil tak lepas dari peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) sebagai ujung tombak komando kewilayahan,

“Dengan metode Binter serta berkoordinasi yang baik bersama Forkopimka  yang berada di wilayah binaanya. Pendataan secara valid dan akurat akan di gunakan sebagai bahan bagi pimpinan TNI AD dalam menentukan kebijakan bidang teritorial,” tutupnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

Berita Terkait

 



Terpopuler


Baca Juga