Senin, 16/09/2019 19:22 WIB | Dibaca: 138 kali

Sidak Kakanwil Kemenkumham DIY mengapresiasi Inovasi Bapas Jogja


Sidak Kakanwil Kemenkumham DIY mengapresiasi Inovasi Bapas Jogja(hennyra)

YOGYAKARTA - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta, Krismono Melaksanakan Inspeksi Mendadak (SIDAK) ke Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta ( Bapas Jogja), Senin (16/09/2019).

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian kepada satuan kerja (satker) karena mayoritas Satker Kementerian Hukum dan HAM DIY sedang berproses menuju Wilayah Bebas dari Korupsi(WBK), sehingga Kanwil berkewajiban melakukan pendampingan dalam berproses menuju WBK, sekaligus melihat dalam berproses menuju WBK ini adakah inovasi yang sudah dilakukan, juga memberi penguatan dan saling mengingatkan agar predikat WBK bisa diraih. 

Krismono memberi apresiasi kepada Bapas Jogja dengan apa yang dilakukan oleh Kepala Bapas beserta jajarannya.

" Ada 8 penghargaan yang diterima oleh Bapas Jogja, ini suatu satker yang bisa memberi contoh untuk satker lainnya. apalagi Bapas Jogja adalah satu satunya Bapas di Indonesia  yang sedang berproses menuju WBK, juga sebagai Bapas percontohandengan 5 Bapas yang sudah berkunjung, Inovasi dibidang IT tentang pelayanan publik, Data litmas integrasi dan jumlah Revitalisasi yang sudah jadi dalam proses memudahkan pelayanan publik. " Jelas Krismono

" Dengan segala keterbatasan yang ada Bapas Jogja bisa mengoptimalkan sumber daya, walaupun sarana dan prasarana belum ada." Krismono menambahkan

Kepala Bapas Jogja menuturkan bahwa " Sidak Kakanwil merupakan motivasi untuk kami , lebih baik lagi dalam berkinerja khususnya membangun Zona Integritas (ZI) untuk meraih predikat WBK di Tahun ini." tutur Alisyeh

" Mengingat Bapas mempunyai banyak celah untuk melakukan korupsi karena Bapas berhubungan langsung dengan masyarakat, yaitu Penjamin atau keluarga klien maupun aparat pemerintah lainnya, untuk itu Bapas harus bisa mengendalikan diri untuk menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi." tutup Krismono dalam pengarahan nya(hen)

Redaktur : waty


 



Terpopuler


Baca Juga