Senin, 01/06/2020 12:32 WIB | Dibaca: 155 kali

Kementan Beri Hak Perlindungan Varietas Tanaman untuk Gama Melon


Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc menunjukkan Gama Melon. Foto: doc jogjakartanews.com
YOGYAKARTA - Tim peneliti Gama Melon yang dikepalai oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, berhasil mendapatkan hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dari Kementerian Pertanian RI. 

"Di tengah pandemi Covid-19 ini kita mendapatkan kabar menggembirakan. Dua varietas Gama Melon yakni melon Hikapel dan Meloni yang memperoleh hak PVT,"tuturnya, Senin (1/6).

Budi menjelaskan bahwa ini menjadi pencapaian pertama kalinya yang dihasilkan oleh dosen atau peneliti di UGM sejak berdiri pada tahun 1949 silam. Hak PVT merupakan salah satu jenis hak atas kekayaan intelektual (HAKI) yang diberikan negara untuk melindungi varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman melalui kegiatan pemuliaan tanaman.

PVT hanya dapat diberikan kepada varietas dari jenis atau spesies tanaman baru, unik, seragam, stabil, dan diberi nama yang telah lolos dari serangkaian pengujian.

Dua varietas Gama Melon yang berhasil memperoleh sertifikat PVT yaitu melon Hikapel dan Meloni dikembangkan di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM. Melon Hikapel mulai dikembangkan sejak tahun 2012, sedangkan Meloni dikembangkan pada tahun 2014. 

Dia menyampaikan pemuliaan yang dilakukan pada melon ini bukan produk rekayasa genetika melainkan menggunakan pendekatan genetika molekuler untuk skrining kestabilan fenotip dan pewarisan karakter unggul yang diharapkan. 

“Pengembangan penelitian Gama Melon ini telah diinisiasi sejak tahun 1997 dan hingga saat ini telah berhasil menciptakan 16 varietas melon, 11 diantaranya telah memperoleh Surat Keterangan Tanda Daftar dari Kemeterian Pertanian dan alhamdulillah 2 diantaranya akhirnya tersertifikasi PVT” Budi selaku ketua tim peneliti dan pemegang hak PVT.

Melon Hikapel sejak berhasil dirakit pada tahun 2012 lalu, telah berhasil dipasarkan dan tembus untuk pemasaran di Superindo region Yogyakarta pada tahun 2014-2015 dan Carrefour region Jawa Tengah pada tahun 2017, serta AEON BSD Serpong pada tahun 2016. Saat ini melon Hikapel dan Meloni dipasarkan terbatas sebagai produk premium, dan ekslusif di lingkungan UGM serta sebagai buah tangan untuk tamu universitas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Melon Hikapel memiliki rasa manis yang khas dengan adanya aroma wangi serta memiliki warna daging berwarna oranye. Melon jenis ini kaya akan kandungan beta karoten, bahkan memiliki kandungan beta karoten tertinggi untuk semua melon berdaging buah oranye. 

Sementara Meloni memiliki karakter unik berupa bentuk buah yang lonjong dan dengan rasa buah yang manis serta beraroma wangi.

“Kita semua berharap semoga kedua jenis melon yang tersertifikasi PVT ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, termasuk pelaku industri dan petani, selain itu menjadi motivasi bagi peneliti lain untuk tidak hanya sebatas berkarya, tapi dikawal hingga memperoleh paten/PVT” ujarnya.

Budi mengatakan bahwa tidak akan berhenti dan terus berkarya dalam penelitiannya untuk memperoleh hak PVT pada jenis melon ataupun komoditas lainnya yang tengah dikembangkan. Demikian pula membuka kesempatan kerjasama yang ingin dilakukan oleh industri hortikultura Indonesia untuk kedua jenis melon ini.

Tim Gama Melon merupakan kelompok riset multidisiplin. Terdiri dari Fakultas Biologi, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran Gigi yang ikut terlibat aktif dalam pengembangan melon-melon dari Universitas Gadjah Mada baik dari segi pemuliaan, penyakit tanaman, teknologi pascapanen, hingga pengolahan dan pemanfaatan pada bidang medis. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

 

Berita Terkait

 





Baca Juga