Hilangkan Kejenuhan Anak Belajar di Rumah, Warga Bendan Membuat Gerakan Aksi Kelas Kebon Jati


Suasana belajar bersama di Kelas Kebon Jati, Dukuh Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Foto: Fefin

SLEMAN – Sejak diberlakukannya masa tanggap darurat Pandemi Covid-19, akhir bulan Maret 2020, anak-anak diharuskan belajar dari rumah. Selama tiga bulan lebih, belajar di rumah, anak-anak mengalami kejenuhan.

Untuk memotivasi anak-anak agar tetap semangat belajar, Ibu-Ibu RT 006, RW 023 Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman membuat sebuah Gerakan Aksi Kelas Kebon Jati untuk mendampingi anak-anak belajar dan bermain selama masa Pandemi.

Penggagas Kelas Kebon Jati, Lies Piliang mengatakan, Kelas Kebon Jati dimulai sejak pertengahan Juni 2020. Gerakan aksi ini digawangi oleh beberapa guru dan sukarelawan yang merupakan warga RT 006, yang peduli dengan anak-anak,

“Disebut Kelas Kebon Jati karena tempat belajarnya berada di Kebun Jati, Gerakan aksi ini dilakukan setiap hari Sabtu pukul 09.00 WIB pagi dengan membuka Kelas Kebon Jati untuk semua anak anak di Padukuhan Bendan,” tuturnya.

Lies menjelaskan, pelaksanaan belajar mengajar di bawah pohon jati di kebun milik warga yang dipinjamkan, dilakukan dengan konsep pedesaan yang nyaman dengan menggelar tikar (lesehan) dan menerapkan protokol kesehatan. Antara lain, memakai masker, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, Physical Distancing (Jaga Jarak), Membawa wadah minum sendiri.

“Kami menyadari adanya keterbatasan orang tua dalam mendampingi putra-putrinya belajar di rumah secara online. Harapannya Kelas Kebon Jati ini bisa membantu orang tua untuk membantu anak-anak mengerjakan tugas sekolahnya, menjaga kualitas pendidikan anak, dan membantu pemerintah untuk menyiapkan generasi unggul yang bisa menghadapi tantangan jaman ke depan yang berat,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator relawan pengajar Kelas Kebon Jati, Hikmah Nuraini mengatakan, Kelas Kebon Jati memiliki 45 siswa dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Kelas 1 sampai Kelas 6. Tim pengajar terdiri dari ibu-ibu warga RT 006, guru relawan, dan dibantu Pemuda-Pemudi Dukuh Bendan, 

“Kelas Kebon Jati juga memperkenalkan dolanan anak (permainan tradisional) yang saat ini jarang dimainkan anak-anak. Diantaranya Jamuran, Sundamanda dan lain sebagainya. Disamping itu juga mengajarkan budi pekerti dan bahasa jawa, agar anak-anak membumi dan mengakar dengan nilai tradisi yang baik,” ujarnya.

Dengan adanya Kelas Kebon Jati, diharapkan bisa mendampingi anak-anak dalam belajar selama masa pandemi. Ia juga berharap kedepannya bisa menyiapkan fasilitas belajar gratis berupa internet gratis, alat peraga dan alat tulis dan bahan kreatif lainnya.

“Kami ingin menyediakan tempat bermain yang nyaman, sehat dan asri bagi anak anak serta mengajarkan kecintaan pada lingkungan hijau. Mengenalkan permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan anak-anak sekarang. Menanamkan budi pekerti dan budaya jawa. Membudayakan pola hidup sehat dan bersih serta Protokol Pencegahan covid-19,” imbuhnya. 

Namun demikian ia menyadari ada resiko yang dihadapi. Namun demikian pihaknya benar-benar ketat dalam memberlakukan protokol pencegah penularan covid-19 diantara anak-anak,

“Sehingga protokol pencegahan betul-betul dilaksanakan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan membatasi pengajar dan murid yang diberi pembelajaran hanya
penduduk kampung. Beruntung, di awal saat diselenggarakan pembelajaran kelurahan dan padukuhan masuk dalam zona hijau penyebaran, karena warna zona penyebaran di kelurahan dan padukuhan juga menjadi pertimbangan." ujarnya.

Di sisi lain, Lies Piliang mengaku membuka Kelas Kebon Jati tak lepas dari adanya tantangan, yaitu bagaimana meyakinkan para orang tua bahwa Gerakan aksi ini adalah untuk membantu anak-anak belajar dan tumbuh kembang secara normal dan bahagia disaat pandemi, serta melestarikan permainan tradisional,

“Ketika pandemi berakhir, kelak diharapkan Kelas Kebon Jati berlanjut dan menjadi wahana tumbuh dan kembang anak yang bersumber dari kearifan lokal,” pungkasnya.

Salah satu orang tua anak didik Kelas Kebon Jati, Laila, mengaku sangat terbantu sekali dengan adanya Kelas Kebon Jati, karena selama belajar di rumah anak-anak banyak yang mengeluh dan jenuh belajar di rumah, kangen dengan teman-teman dan guru-gurunya, serta lingkungan sekolah,

“Selama masa pandemi ini, anak-anak merasa bosan belajar hanya dengan orang tua di rumah saja. Dengan adanya Kelas Kebon Jati ini anak-anak bisa belajar bersama teman-temannya mengerjakan tugas-tugas rumah dengan dibantu guru-guru relawan. Kami sangat terbantu sekali,” pungkasnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

 


 





Baca Juga