Antisipasi “Perang Saudara” Bawaslu Ajak Stakeholder di Yogya Kawal Pilpres

YOGYAKARTA – Mendekati Pesta Demokrasi Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang, suhu politik saat ini semakin terasa di berbagai daearah di tanah air, bahkan kondisi yang terjadi cenderung memanas dan saling serang antarpendukung pasangan capres-cawapres.

Saling serang antarpendukung pasangan Capres-cawapres dengan membeberkan kejelekan seolah sudah menjadi salah satu alat politik untuk memenangkan pasangan pendukung masing-masing Capres sebagai upaya mencuci otak masyarakat yang belum menentukan pilihan.Hal ini terjadi di berbagai media sosial seperti facebook dan twitter.

Terkait hal itu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) bersama sejumlah Instansi terkait seperti KPU, Polri, KPK, PPATK mulai Sabtu (21/06/2014) hingga Senin (23/06/2014) mengumpulkan stakeholder yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melakukan koordinasi atas pengawalan Pemilihan Presiden yang aman dan damai.

Komisioner Bawaslu RI, Nasrulloh mengatakan, Pemilu Presiden 2014 ini merupakan Pemilu yang sangat luar biasa, karena dimana-mana terjadi kampanye hitam, bahkan ia menilai media sosial saat ini konten yang ada sering memunculkan kampanye hitam yang dilakukan sangat luar biasa bahkan cenderung “extrem”.

“Jika suhu politik dengan memunculkan kampanye hitam selama proses Pemilu terus berlanjut maka bisa dibayangkan, setelah pemilu selesai nanti bagaimana ? Mungkin Bisa jadi perang saudara,” ujarnya Sabtu (21/06) di Hotel Ambarukmo Yogyakata.

Oleh sebab itu lanjut Nasrulloh untuk menjadikan Pemilu yang damai dan aman semua pihak harus terlibat aktif dalam mengawal jalannya proses pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli nanti.

Para pejabat publik juga dihimbau jangan terus memprovokasi masyarakat dengan mengeluarkan statment “Bodong” tanpa fakta yang jelas dan juga menghimbau kepada kepala daerah untuk bersikap netral.

“Pejabat Publik seharusnya Netral tidak memihak salah satu capres, seperti hal yang dilakukan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, saya pikir sultan bisa menjadi contoh pejabat publik lain,” jelas Ketua Bawaslu RI Nasrulloh.

Sementara itu Direktur Eksekutif Pukat UGM Zaenal Arifin Muchtar yang sempat di percaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai moderator Debat Capres-Cawapres jilid peratama juga Mengungkapkan Pertarungan head to head pilpres 2014 justru di khawatirkan akan menimbulkan perpecahan antar saudara.

“Persaingan Pilpres kali ini justru sangat ketat, ditambah tim sukses dari masing-masing pasangan menghalalkan segala cara, bahakan cara-cara yang digunakan juga sering dilakukan di luar nalar logika,”ungkap Zainal Arifin.

Namun ia menyimpulkan bahwa Negeri ini tetap berlanjut siapapun presiden yang terpilih nantinya.

“Jangan sampai usai pilpres nanti terjadi perang sudara karena pendukungnya kalah bertarung,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atas usaha Tim sukses yang mencoba kondisi semakin panas, dan mari kita jadikan Pemilu 2014 ini lebih aman dan damai, tidak ada lagi saling serang antar pendukung. (war)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.