Menolak Lupa: 18 Tahun Pembunuh Wartawan Udin Belum Terungkap

YOGYAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai polisi gagal mengungkap kasus pembunuhan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin.

Sebab, hingga hari ini (13/08/2014) tepat 18 tahun terjadinya pembunuhan wartawan Udin. Namun selama itu belum ditemukan siapa pelaku pembunuhan.

Ketua PWI DIY, Sihono HT mengungkapkan, hingga saat ini siapa siapa pelaku pembunuhan terhadap Udin belum terungkap.

“Bahkan, rekayasa yang menjadikan Dwi Sumaji alias Iwik sebagai pelaku pembunuhan Udin justru terbongkar di Pengadilan Negeri Bantul dalam sidangnya tahun 1997,” ungkapnya dalam peringatan ’18 tahun terbunuhnya Udin ‘melawan lupa’ di Gedung PWI DIY, Rabu (13/8/2014).

Sihono juga merasa janggal terhadap sikap polisi sejak rekayasa itu terbongkar. Sebab, kata dia, hampir tak pernah ada penyelidikan yang serius untuk menemukan tersangka pembunuhan yang sesungguhnya.

Dia menegaskan, masyarakat pers dan elemen masyarakat lainnya mengutuk segala bentuk aksi kekerasan terhadap wartawan dalam bentuk apapun.

“Wartawan dalam menjalankan profesinya harus mendapat perlindungan hukum sebagaimana diamanatkan dalam UU Pers. Kasus Udin adalah potret buruk lemahnya perlindungan hukum di Indonesia, khususnya di Yogyakarta,” tegasnya.

Terpisah, Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII) menerbitkan komik yang menceritakan kisah pembunuhan Udin.

Komik berjudul Menagih Janji Tanggung Jawab Polisi untuk (Alm.) Udin tersebut adalah karya komikus Andi Purnawan Putra alias Andi Pensil Terbang. Komik 38 halaman tersebut menggambarkan perjalanan hidup Udin sejak kecil hingga akhir hayatnya.

“Termasuk perjalanan kariernya sejak putus kuliah dari Fakultas Tarbiyah UII dan mulai bekerja sebagai kontributor harian Bernas pada 1986,” ungkap Andi.

Selain itu, digambarkan juga dalam komik, tragedy malam penganiayaan Udin oleh orang tak dikenal, hingga berhentinya upaya pengusutan oleh penegak hukum. Komik itu juga menyinggung sejumlah berita korupsi yang ditulis oleh Udin dan menyebabkan pejabat di Pemerintah Kabupaten Bantul saat itu .

Sekadar mengingatkan,Wartawan Bernas, dianiaya orang tak dikenal di depan rumahnya Dusun Samalo Patalan Jetis Bantul 13 Agustus 1996. Tiga hari kemudian, 16 Agustus 1996 Udin meninggal di RS Bethesda Yogyakarta.

Diduga motif pembunuhan tersebut terkait pemberitaan Udin yang mengungkap dugaan korupsi pejabat di Kabupaten Bantul saat itu. (ian/contributor)

Redaktur: Rudi F

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.