Pelaku UKM Keberatan Rencana Kenaikan Harga Lpg 12 Kg

YOGYAKARTA – Kalangan pelaku usaha kecil menengah mengaku keberatan dengan rencana pemerintah menaikkan harga gas elpiji 12 Kilogram (Kg). Sebab, kenaikan tersebut berpengaruh dengan peningkatan biaya produksi dan tentu saja kenaikan harga hasil produksi.

Menurut Nita (29) pengusaha Laundry di Kawasan Gondomanan, Yogyakarta, rata-rata pengusaha laiundry menggunakan Gas LPG 12 untuk pengeringan. Dengan rencana kenaikan harga, kata dia, tentu para pengusaha laundry harus putar otak.

“Ya kan kalau kami ikut naikan harga, pelanggan pasti complain. Kalau tetap dengan harga yang sama, tentu rugi karena omzet berkurang. Mungkin nanti kita bisa beralih ke 3 Kg,” ungkapnya, Sabtu (16/08/2014).
Di sisi lain, rencana kenaikan gas 12 kg belum berpengaruh dengan permintaan gas 3 kg.

Sebelumnya, kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan, rencana kenaikan gas elpiji 12 Kg tersebut tidak membuat para konsumen gas beralih ke gas 3 Kg.

“Selama ini, gas elpiji 12 Kg dimanfaatkan oleh kalangan industri serta masyarakat menengah ke atas. Ketika ada migrasi atau peralihan ke produk lain, diperkirakan tidak akan mengganggu kondisi permintaan. Bahkan pengawasan terhadap gas 3 Kg akan ditingkatkan. Terutama menyangkut harga di tingkat pasar,” ungkapnya.

Suyana menginformasikan, kuota gas 3 Kg yang didistribusikan di Kota Yogyakarta perhari mencapai sekitar 17.300 tabung. Total kuota gas melon di DIY sendiri kata dia, sebanyak 78 ribu tabung per hari. Penambahan kuota baru akan dilakukan ketika terjadi lonjakan permintaan.

Harga gas elpiji 12 kilogram di tingkat pengecer mencapai Rp 115 ribu per tabung. Rencananya akan dinaikkan hingga Rp 1.500 per kilogram. Sementara harga gas melon tetap sama yakni RP 15 ribu per tabung.

Dikatakan suyana, diperkirakan kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram akan dimulai pada pertengahan bulan ini.
“Kami akan memastikan, sebelum ada kenaikan harga maka didahului dengan sosialisasi dari pihak berwenang,” ungkapnya. (yud)

Redaktur: Rudi F

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.