Sempat Dikabarkan Meninggal, Kondisi Ketum Gerindra Membaik

YOGYAKARTA – Kabar meninggalnya ketua umum DPP Partai Gerindra, Prof. Suhardi sudah beredar melalui sosial media maupun Broadcast Black Berry Masanger (BBM). Namun, dokter yang sedang merawat Suhardi di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta menyatakan, kondisinya mulai membaik.

Hal itu dikatakan Ketua DPC Gerindra Kota Yogyakarta, Anton Prabu Semendawai, SH. Menurutnya dari informasi keluarga dari Yogyakarta, kondisi Prof. Suhardi semakin membaik.

“Alhamdulullah. Update pukul 10.20 WIB, Rabu 27 Agustus 2014 kondisi Prof. Suhardi semakin membaik dibandingkan kemarin. Beliau sudah dapat makan dan merespons komunikasi. Mari kita sama-sama terus berdoa untuk kesehatan beliau,” katanya melalui pesan Black Berry yang diterima jogjakartanews.com, Rabu (27/08/2014) siang.

Sebelumnya dikabarkan kondisi Suhardi masih menunggu putra sulung dari Singapura yang diperkirakan akan tiba sekitar Pukul 23:00 Wib malam ini. Jika diizinkan putra tertua alat-alat life support akan dicabut.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengungkapkan hal senada.

“Saat ini Pak Suhardi koma. Masih menungu perkembangannya, mudah-mudahan segera membaik,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon saat dihubungi jogjakartanews.com.

Menurut Fadli Zon, suhardi telah menjalani opname di dua RS selama sekitar 3 pekan dan divonis dokter menderita kanker paru-paru. Kondisi Suhardi sempat membaik, tapi kondisinya kembali memburuk.

Sebelumnya ketua MPP Partai Amanat nasional (PAN), Amien Rais, usai membesuk ketua umum Gerindra di RSPP, Selasa (26/8).

Menurut Amin, Suhardi hanya menunggu keputusan dari Allah Swt.

“Kondisinya saat ini sedang koma, dan Pak Suhardi hanya tinggal menunggu keputusan dari Allah,” kata Amien Rais.

Sebelumnya, Politikus Partai Golkar, Akbar Tanjung juga menjenguk ketum gerindra, mengatakan dokter memberitahu bahwa mereka sudah berusaha maksimal.

“Dokter mengatakan mereka sudah berusaha maksimal, dan beliau belum bisa di ajak berkomunikasi,” kata Akbar Tanjung. (ian/kontributor)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.