Ini Dia Bakmi Jogja yang Sedot Ratusan Pelanggan Setiap Malam

YOGYAKARTA – Mencari kuliner unik dan khas dengan bahan dasar mie di Yogyakarta memang tak sulit. Tapi bagi penggemar mie tak banyak tempat makan untuk menyantap menu kesukaannya dengan rasa yang istimewa.

Diantara yang sedikit itu, salah satu warung bakmi yang cukup kondhang (terkenal) di kota Yogyakarta adalah warung bakmi Jawa Harjo Geno yang terletak di Jl. Parangtritis, Kompleks Pasar Prawirotaman, Yogyakarta.

Warung yang terletak diantara puluhan rumah makan dan caffe modern di kawasan kampung wisata Itu, memang tak terlihat menonjol dari sisi luar pasar. Namun warung sederhana yang tak begitu luas tersebut selalu ramai dikunjungi penggemar ‘mie jowo’ saat malam hari. Bahkan untuk mencicipi warung mie yang cukup legendaris di telinga para kuliner mania itu, harus sedikit sabar, karena memang manyak yang antre .

Menurut pemilik warung, Harjo, warung mie ‘Harjo Geno’ sudah buka sejak 20 tahun lalu. Setiap hari buka dari 17.30 – 23.00 WIB. Dalam sehari sedikitnya ia bisa menghabisakan rata-rata sekitar seratusan porsi.

“Biasanya kebanyakan datang malam hari,” ungkapnya.

Selain bakmi jowo atau bakmi campur, yaitu memadukan bihun dan mi kuning. Ada meu minuman khas, yang dinamai teh krampul. Meski rasanya mirip lemon tea, namun karena penyajiannya dengan irisan jeruk berikut kuliynya dengan dipotong belah yang dimasukkan langsung ke gelasmenciptakan karakter rasa jeruk serta kesegaran yang berbeda.

Menurut salah seorang pelanggan, Hadi (23) Mahasiswa UGM Yogyakarta asal Bekasi, Bakmi Jowo di warung Harjo Geno, memiliki rasa yang khas. Teksturnya unik serta rasanya gurih dan manis khas masakan Yogyakarta.

“Kalau dilihat sih nggak beda sama bakmi-bakmi lain, tapi rasanya sungguh beda. Ini nggak bau apek, seperti kebanyakan mie bihun yang dicampurkan sama mie kuning. Ini bener-benar bakmi yang khas,” ungkapnya. (ian)

Redaktur: Tarnowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.